INA Raih Skor GSR 92 Persen pada 2026
Indonesia Investment Authority (INA) mengantongi skor 92 persen dalam penilaian Governance, Sustainability and Resilience (GSR) 2026 yang dirilis oleh lembaga riset Global SWF pada Rabu (29/7/2026) di Jakarta Selatan.
Capaian tersebut menempatkan lembaga pengelola investasi milik Indonesia ini di posisi kedua terbaik di Asia, persis berada di bawah Temasek asal Singapura yang menguasai nilai sempurna 100 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Hasil penilaian ini mencatat peningkatan performa tata kelola dan keberlanjutan INA yang secara konsisten merangkak naik dari 24 persen pada 2021, 52 persen pada 2022, 56 persen pada 2023, 60 persen pada 2024, hingga 68 persen pada 2025.
Riset tahunan dari Global SWF tersebut mengevaluasi sekitar 200 sovereign wealth fund dan public pension fund di seluruh dunia berdasarkan rencana kerja serta dana kelolaan.
"Nomor dua global lead, dan mereka (Global SWF) review sekitar 200 sovereign wealth fund global lead dan kita ada hanya di bawah Temasek," ungkap Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramdhana, dalam Diskusi Media di kantor INA.
Peningkatan peringkat ini dinilai menjadi indikator penting dalam meningkatkan kepercayaan investor global yang membutuhkan mitra strategis untuk menanamkan modal di Indonesia.
"Again, at the end, kita selalu menjadi katalis untuk investasi di Indonesia. Jadi, bagaimana perusahaan-perusahaan atau investor-investor di luar sana melihat Indonesia dan bagaimana you know kita mau investasi di Indonesia tapi you know they need a partner to navigate the investment in Indonesia," jelas Oki.
Pada edisi 2026, Global SWF turut memperbarui tiga parameter penilaian, meliputi imbal hasil tahunan terhadap tolok ukur pada pilar Governance, metrik ESG dan intensitas karbon pada pilar Sustainability, serta adopsi kecerdasan buatan (AI) pada pilar Resilience.
"Jadi, itu yang kenapa GSR score ini penting banget dan kita perlu sekali untuk to go out there and tell the whole world, you know, our GSR score is actually very important and bagus untuk mereka consider us as a partner. At the end of the day, kalau kita sukses bringing those partner to Indonesia, this is not only INA's story, this is actually Indonesia's story. Indonesia will benefit from whatever that we have achieved untuk topik ini dan juga idea bagaimana kita bisa membawa investment ke Indonesia," pungkas Oki.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow