Studi Ungkap Hiu Greenland Tak Buta Meski Ratusan Tahun Hidup di Laut Dalam

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Anggapan umum mengenai hiu Greenland (Somniosus microcephalus) yang mengalami kebutaan total kini berhasil dipatahkan. Penemuan biologis terbaru mengonfirmasi bahwa organ penglihatan mamalia laut yang sanggup bertahan hidup lebih dari empat abad ini masih dapat bekerja secara optimal.

Pandangan lama memercayai bahwa hewan purba penghuni Samudra Atlantik Utara tersebut hampir kehilangan penglihatannya. Asumsi ini muncul akibat serangan parasit krustasea jenis Ommatokoita elongata yang sering menempel pada area kornea mata hiu.

Hasil riset yang terbit di jurnal Nature Communications membeberkan fakta berbeda, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Sistem visual spesies vertebrata terpanjang umur di dunia ini rupanya sanggup bertahan tanpa kemunduran fungsi biologis, sekalipun mendiami laut dalam Arktik yang amat pekat.

"Hiu Greenland adalah vertebrata yang berumur paling panjang, tetapi anggapan bahwa mereka mengalami kemunduran penglihatan ternyata tidak didukung oleh bukti biologis terbaru," kata tim peneliti yang dikutip dari ScandinaviaStandard.

Spesies ini mendiami kawasan perairan ekstrem dengan suhu mencapai -1,1 derajat Celsius. Mereka sanggup menyelam hingga kedalaman 3.000 meter di bawah permukaan laut, tempat di mana sinar Matahari tidak lagi mampu menembus.

Pertumbuhan hiu Greenland berlangsung sangat lambat, yakni hanya bertambah panjang sekitar satu sentimeter setiap tahun. Lambatnya proses metabolisme tubuh disinyalir menjadi alasan utama yang memungkinkan mereka hidup hingga rentang 400 tahun.

Dalam pemeriksaan terbaru, para ilmuwan menggunakan kombinasi pendekatan genomik, analisis histologi, serta biologi molekuler untuk membedah jaringan mata hiu Greenland. Pengamatan ilmiah membuktikan retina mereka tidak menunjukkan bekas kerusakan atau tanda degenerasi walau pada individu yang tergolong amat tua.

"Retina hiu Greenland menunjukkan tidak ada tanda degenerasi, bahkan pada individu yang sangat tua," tulis tim peneliti dalam laporan ilmiahnya.

Sistem Indra Pengenal Lingkungan

Kehadiran parasit pada bagian kornea diakui memang ditemukan pada mayoritas populasi hiu Greenland. Kendati demikian, infeksi parasit tersebut terbukti tidak sampai merenggut seluruh kemampuan penglihatan sang pemangsa.

Para ahli menyimpulkan mata hiu ini masih bisa menangkap intensitas cahaya redup dan mengidentifikasi kontras di sekitarnya. Aktivitas gen pendeteksi cahaya yang tetap aktif membantu mereka menavigasi lingkungan Arktik yang senantiasa gelap.

Guna melengkapi keterbatasan visual, spesies ini memadukan fungsi matanya dengan indra penciuman yang tajam. Mereka juga mengandalkan sistem garis rusuk (lateral line) untuk memantau pergerakan air serta mendeteksi keberadaan mangsa.

Daya tahan retina hiu Greenland selama ratusan tahun kini menarik minat para ahli yang meneliti proses penuaan. Mekanisme perlindungan sel mata dari kerusakan degeneratif ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi riset penyakit mata dan penuaan pada manusia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed