Hibernian Taklukkan FC Malisheva Dua Gol Tanpa Balas

Smallest Font
Largest Font

Klub asal Skotlandia, Hibernian, menelan kekalahan mengejutkan 0-2 saat bertandang ke markas FC Malisheva dalam laga kualifikasi Conference League di Stadion Fadil Vokrri, Pristina. Hasil ini memicu kemarahan besar dari para pendukung yang hadir langsung di lokasi pertandingan.

Kekalahan dari klub Kosovo yang didirikan pada 2016 tersebut menjadi salah satu rekor terburuk Hibs di kompetisi Eropa. Tim tamu tampil buruk di atas lapangan yang licin meski hanya menurunkan satu pemain debutan sejak menit awal, yakni striker Nathan Lowe.

Gelombang protes pendukung Hibernian terdengar riuh di luar area stadion saat para pemain menuju bus tim. Pendukung meluapkan kekecewaan mendalam atas performa yang ditunjukkan skuad asuhan David Gray tersebut.

"Kamu tahu apa yang telah kami berikan untuk klub ini," teriak seorang pendukung yang marah.

Manajer Hibernian, David Gray, menegaskan bahwa tidak ada alasan atas penampilan buruk timnya. Ia menilai lawan tampil sangat agresif dan intens sesuai dengan prediksi awal sebelum laga dimulai.

"Saya tidak akan membuat alasan apa pun," kata Gray kepada BBC Scotland.

Ia menambahkan bahwa kekalahan ini merupakan tanggung jawab penuh dirinya sebagai manajer untuk segera diperbaiki.

"Semua yang saya kira akan terjadi dalam pertandingan hari ini terkait apa yang dilakukan lawan - saya pikir benar-benar terjadi," ujar Gray.

Gray juga menyoroti transisi cepat FC Malisheva saat mencetak gol kedua yang dinilainya sangat berbahaya.

"Intensitas agresif itu, transisi ketika mereka mencetak gol kedua, terutama ketika Anda melihat bagaimana mereka menyerang balik kami, adalah semua hal yang sudah kami perkirakan," ucap Gray.

Pelatih tersebut mengakui performa para pemainnya berada jauh di bawah standar yang ditetapkan klub.

"Bagian terbesar dari hal ini adalah kenyataan bahwa kami berada jauh di bawah level yang dibutuhkan," tutur Gray.

Ia tidak berusaha membela hasil buruk tersebut dan siap menerima semua kritik yang datang.

"Saya tidak akan membelanya. Ini tanggung jawab saya untuk memperbaikinya. Itu adalah cerminan dari tim saya, yang bukan merupakan standar yang dapat diterima oleh klub sepak bola ini kapan pun," tegas Gray.

Hibernian masih memiliki kesempatan membalikkan kedudukan pada laga leg kedua di Easter Road pekan depan. Namun, penampilan maksimal dari seluruh pemain menjadi syarat mutlak untuk mengamankan kelulusan ke babak berikutnya.

"Secara keseluruhan hari ini, tidak banyak yang bisa mengacungkan tangan dan mengatakan, kami berada di tempat yang kami butuhkan," kata Gray.

Ia menekankan pentingnya kerja keras kolektif demi meraih kemenangan di kandang sendiri.

"Untuk memenangkan pertandingan sepak bola mana pun [Anda butuh], tujuh, delapan, sembilan pemain semuanya bermain di level tertinggi yang mereka bisa," jelas Gray.

Ia meminta seluruh skuad bersatu dan bertanggung jawab penuh atas hasil pertandingan ini.

"Jika kita bisa pergi dan mendapatkan itu di kandang, yang sekarang sangat dibutuhkan, setiap orang harus pergi dan melakukannya," lanjut Gray.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ruang ganti tim menjelang laga penentuan pekan depan.

"Para pemain sedang terluka di dalam sana saat ini. Namun di situlah Anda harus tetap bersatu dan Anda harus menerimanya serta memahami bahwa ada harapan, tuntutan ketika Anda datang dan bermain untuk klub sepak bola ini, dan tanggung jawab untuk menyampaikannya," pungkas Gray.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed