Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik AS Iran
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3 persen pada Rabu (22/7/2026) akibat ancaman serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas di Iran dan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Kenaikan pasokan minyak ini terancam terganggu seiring melambatnya pengiriman dan aksi embargo di Laut Merah.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, harga minyak mentah jenis Brent ditutup pada level US$ 94,07 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat menguat menjadi US$ 86,83 per barel. Dalam kurun waktu satu bulan, komoditas energi ini tercatat telah melonjak lebih dari 20 persen.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai Iran tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan damai serta telah melanggar nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu. Militer AS menegaskan akan terus menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan menyiagakan berbagai opsi penanganan.
Di sisi lain, ancaman terhadap ekspor minyak semakin meluas setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo atas kapal yang memuat kargo di pelabuhan Arab Saudi. Kondisi ini menekan jalur pengalihan minyak ke Laut Merah yang sebelumnya digunakan untuk mengimbangi penurunan arus melalui Selat Hormuz.
Esakalasi militer turut berlanjut melalui serangan udara Komando Pusat AS (CENTCOM) ke sasaran logistik, maritim, dan fasilitas militer Iran selama 11 malam berturut-turut. Analis TD Securities Ryan McKay memperkirakan fundamental pasar minyak di kisaran US$ 90-100 per barel akan terus didukung oleh pengetatan pasokan apabila konflik berlanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow