Harga Kontrak CPO Menguat Didukung Peningkatan Ekspor dan Permintaan India

Smallest Font
Largest Font

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menunjukkan penguatan mayoritas pada Kamis, 30 Juli 2026, didorong oleh prospek peningkatan ekspor dan permintaan dari India. Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO Agustus 2026 melemah 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.554 Ringgit Malaysia per ton. Namun, kontrak berjangka untuk September hingga Januari 2027 naik antara 15 hingga 19 Ringgit Malaysia per ton, dengan kontrak Januari 2027 mencapai 4.770 Ringgit Malaysia per ton. Pelemahan untuk kontrak Agustus dipicu oleh penguatan nilai tukar ringgit dan melemahnya harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago, serta penurunan harga minyak mentah akibat arus lalu lintas kapal tanker yang tetap berjalan meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung.

Impor minyak sawit Uni Eropa pada tahun pemasaran 2026/2027 anjlok 39% secara tahunan, mengurangi permintaan dari kawasan tersebut.

Meski demikian, ekspor minyak sawit Indonesia tercatat naik antara 8,1% hingga 15,9% selama periode 1-25 Juli 2026 dibandingkan Juni, menurut data perusahaan survei kargo. Permintaan juga didukung oleh ekspektasi peningkatan impor minyak sawit India pada Juli hingga Oktober menjelang musim perayaan, menguatkan sentimen pasar.

Pemerintah Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, menaikkan alokasi biodiesel berbasis minyak sawit pada 2026 menjadi 16,75 juta kiloliter untuk memenuhi tambahan permintaan dari program B50 yang mulai diberlakukan awal Juli 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed