Harga Bitcoin Turun 3,1 Persen di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 3,1 persen pada perdagangan Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, di tengah tekanan pasar aset kripto global yang terus melemah.

Menurut data CoinMarketCap pukul 08.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 2,1 persen menjadi US$ 2,16 triliun dalam 24 jam terakhir, sementara indeks CoinDesk 20 turun 2,55 persen.

Harga Ethereum anjlok 3,09 persen ke US$ 1.865 dan Binance Coin (BNB) melemah 0,45 persen ke US$ 588, menunjukkan tekanan yang meluas pada aset kripto utama, dilansir dari Investor Daily.

Meski terkoreksi, Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 7,5 persen sepanjang Juli 2026, yang dianggap cukup solid mengingat sentimen negatif seperti ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan peretasan dompet kripto Coldcard.

Analis dari Bitfinex menilai Bitcoin lebih mampu bertahan daripada aset berisiko lain karena tekanan aksi jual paksa menurun setelah gelombang likuidasi besar pada Juni lalu.

"Rata-rata nilai likuidasi harian di pasar derivatif kripto kini jauh lebih rendah dibandingkan kisaran normal tahun ini yang mencapai US$ 400 juta hingga US$ 500 juta per hari," ujar analis Bitfinex.

Kondisi ini mengurangi tekanan jual tambahan meski pasar menghadapi guncangan makroekonomi. Namun, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif sepanjang Agustus dan bergerak dalam kisaran terbatas.

Research Analyst Bitget Wallet Lacie Zhang mengatakan, "Skenario dasar saat ini adalah Bitcoin bergerak naik turun dalam rentang tertentu hingga muncul katalis baru, seperti penurunan imbal hasil riil atau kembali menguatnya arus dana ke ETF Bitcoin spot."

Managing Partner STS Digital Jeff Anderson menilai pasar memasuki fase volatilitas baru karena investor terus mengubah ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

"Investor memperkirakan peluang penurunan, penahanan, hingga kenaikan suku bunga," ujar Jeff Anderson.

Bitfinex memperkirakan investor tetap waspada menjelang rilis data ketenagakerjaan AS pekan depan dan fokus pada kemungkinan peningkatan arus dana ke ETF Bitcoin spot setelah kebijakan moneter The Fed menjadi lebih jelas.

Selain itu, pasar masih mencermati dampak peretasan dompet Coldcard yang menyebabkan pencurian sekitar US$ 38 juta Bitcoin.

"Meski belum memengaruhi harga secara signifikan, potensi penjualan aset hasil peretasan dapat menjadi tekanan tambahan bagi Bitcoin dalam jangka pendek," kata analis pasar kripto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed