Hangtuah Tunjuk Coach Bombom dan Rombak Tim Menuju IBL 2027

Smallest Font
Largest Font

Hangtuah melakukan pembenahan skuad secara masif seusai mengarungi kompetisi IBL 2026. Langkah pembenahan ini diliput melalui laporan dari Detik Sport. Manajemen melepas pelatih dan sejumlah pemain untuk menyegarkan komposisi tim.

Kristian, yang akrab dipanggil Coach Bombom, ditunjuk untuk memimpin fase transisi tersebut. Tugas utama Coach Bombom mencakup pengawalan persiapan tim menghadapi IBL All Indonesian 2026 pada Oktober. Ia juga bertanggung jawab membangun fondasi skuad untuk musim 2027.

Coach Bombom bukan figur baru di lingkungan Hangtuah. Ia pernah menjabat sebagai asisten pelatih Hangtuah pada musim 2024 saat tim ditangani Andika Supriadi Saputra.

Ia juga sempat dipercaya menjadi pelatih kepala interim pada pertengahan musim 2024 menggantikan Coach Bedu. Sebelum itu, Kristian mencatatkan pengalaman sebagai asisten pelatih di Louvre Surabaya, Louvre Dewa United, serta Dewa United Basketball Club. Pada periode keduanya bersama Hangtuah, Coach Bombom didampingi oleh Moosa Permadi Hantijono dan Hendrikus Andi Anggriyanto di jajaran kepelatihan. Moosa memiliki rekam jejak di berbagai klub nasional, sementara Hendrikus berpengalaman membina pemain muda.

Fokus utama kepelatihan baru ini adalah meningkatkan jam terbang para pemain muda yang sudah ada. Tim juga berencana merekrut beberapa pemain muda berpengalaman sebagai pilar utama. "Hal baru yang saya tawarkan adalah menaikkan jam terbang pemain-pemain muda yang sudah ada di dalam tim ini. Kami juga akan merekrut sejumlah pemain muda berpengalaman untuk menjadi fondasi utama tim Hangtuah," kata Kristian.

Guna memantapkan persiapan, Hangtuah mengagendakan dua program besar. Pertama, mengirimkan delegasi kepelatihan dan Manajemen Operasional ke Australia pada akhir Agustus untuk menjalani program pelatihan intensif bersama Perth Wildcats. Selama satu pekan di Australia, perwakilan tim akan mempelajari sistem operasional klub pemegang 10 gelar juara National Basketball League (NBL) tersebut.

"Lawatan ke markas Perth Wildcats kali ini menjadi bagian dari proses benchmarking Hangtuah Basketball terhadap standar pengelolaan klub basket profesional di level elite, khususnya terkait metodologi latihan, sport science, player development, performance management, hingga operasional sehari-hari. Pengalaman yang didapat dari agenda tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif dan standar baru yang kemudian bisa diadaptasi ke dalam iklim basket Indonesia," kata Managing Director Hangtuah Basketball Kurniawan Santoso.

Agenda besar kedua adalah pemusatan latihan atau training camp (TC) yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada awal September. Sesi ini dimanfaatkan untuk evaluasi teknis sekaligus pembentukan kerangka utama tim.

"Kami sedang membangun kembali Hangtuah secara menyeluruh. Bukan hanya mengenai siapa pemain atau pelatihnya tetapi juga bagaimana kami membangun organisasi, kultur, serta fondasi bisnis klub yang lebih kuat dan sustainable untuk jangka panjang. Mohon kesabaran dan dukungan terus dari Fighters di seluruh Indonesia dalam proses ini," kata Santoso.

"Coach Bombom akan memimpin fase persiapan tim dari sisi teknis permainan. Kami ingin memanfaatkan periode menuju musim berikutnya untuk bekerja lebih intensif dengan belajar dari organisasi seperti Perth Wildcats lalu membawa pengalaman tersebut ke Training Camp di Bandung," ujar Santoso.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed