Gudang Garam Catat Laba Bersih Rp 3 Triliun di 1H26
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat lonjakan laba bersih menjadi Rp 3 triliun pada semester pertama 2026, naik signifikan dari Rp 117 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, dilansir dari Investor Daily. Saham GGRM naik 2,30% ke Rp 20.025 pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, dengan net buy asing sebesar Rp 9,14 miliar, setelah sebelumnya mengalami tren penurunan sejak 10-12 Agustus. Stockbit Sekuritas mencatat laba bersih pada kuartal kedua 2026 mencapai Rp 1,4 triliun, jauh meningkat dari Rp 13 miliar pada kuartal kedua 2025 dan hampir mendekati Rp 1,5 triliun pada kuartal pertama 2026.
"Capaian Gudang Garam tersebut melampaui ekspektasi karena setara 77% estimasi konsensus 2026, di luar perkiraan," kata Stockbit Sekuritas.
Kinerja laba ini didukung oleh ekspansi margin laba kotor naik 510 basis poin secara tahunan pada kuartal kedua dan 600 basis poin pada semester pertama, serta margin laba usaha naik 800 basis poin dan 830 basis poin secara berturut-turut, meskipun pendapatan turun 1% dan 7% pada periode yang sama. Penurunan biaya cukai sebesar 12% pada kuartal kedua dan 14% pada semester pertama menjadi faktor utama ekspansi margin laba kotor, sementara penurunan beban operasional (opex) sebesar 33% dan 34% turut mendorong margin laba usaha.
"Kami menyoroti penurunan beban karyawan sebesar 27% selama semester pertama 2026 sebagai faktor penekan opex, seiring berkurangnya jumlah karyawan menjadi 21 ribu per Juni 2026 dari 27 ribu pada Juni 2025," ujar Stockbit. Stockbit memperkirakan penurunan pendapatan yang terjadi lebih disebabkan oleh turunnya volume penjualan, meski harga jual rata-rata produk Gudang Garam mengalami kenaikan berdasarkan pemeriksaan saluran distribusi mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow