BMKG Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe dengan Gempa Beruntun
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,4 kembali mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 06.53 WIB.
Berdasarkan rilis resmi BMKG melalui akun X @infobmkg, pusat gempa tersebut berada di kedalaman 52 kilometer pada koordinat 4.98 LU dan 125.29 BT, tepatnya berlokasi di 153 kilometer barat laut Tahuna. Otoritas memastikan guncangan ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Aktivitas seismik di wilayah tersebut tercatat beruntun sejak beberapa hari sebelumnya, termasuk gempa bermagnitudo 5,5 yang terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 09.23 WIB dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
"#Gempa Mag:5.5, 18-Jul-26 09:23:39 WIB, Lok:4.72 LU,124.78 BT (146 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami," tulis BMKG melalui akun resmi X.
Sebelumnya, rangkaian guncangan juga dimulai oleh gempa berkekuatan magnitudo 5,4 yang terjadi pada Jumat malam, 17 Juli 2026 pukul 23.12 WIB di laut arah barat laut dari Tahuna.
"Gempa Mag: 5.4," tulis BMKG melalui akun resmi X @infoBMKG.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pemrosesan awal data gempa mengutamakan kecepatan untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Menyikapi rangkaian bencana ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengambil langkah strategis dengan memperpanjang status tanggap darurat selama tiga bulan pasca-masa penanganan sebelumnya berakhir pada 22 Juni. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat serta provinsi untuk mempercepat pemulihan warga terdampak.
"Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena pemerintah daerah masih mengupayakan berbagai kebutuhan penanganan pascagempa," ujar Wandu Labesi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selain wilayah Sangihe, BMKG juga memantau sejumlah gempa bermagnitudo rendah di beberapa wilayah Indonesia lainnya pada Minggu pagi, termasuk di Keerom Papua, Halmahera Barat, serta wilayah Perigi Moutong dan Sigi di Sulawesi Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow