Gaya Balap Toprak Razgatlioglu Bikin Tim Pramac Yamaha Ketakutan
Proses adaptasi Toprak Razgatlioglu di ajang MotoGP diwarnai aksi manuver agresif yang menyedot perhatian timnya. Gaya balap khas pebalap asal Turki tersebut saat melibas tikungan cepat bahkan sempat membuat jajaran tim Pramac Yamaha merasa waswas, seperti dilansir dari Detik Sport.
Crew chief Alberto Giribuola mengungkapkan bahwa anak asuhnya memiliki teknik pengereman yang sangat ekstrem. Karakter tersebut membuat timnya kerap terkejut saat melihat aksi sang pebalap secara langsung di lintasan.
Meski masih menyesuaikan diri dengan karakteristik ban Michelin dan belum konsisten menembus sepuluh besar, sang juara dunia World Superbike tiga kali dinilai mempunyai keistimewaan teknis yang langka.
Giribuola membandingkan kemampuan pengereman late-braking Toprak dengan mantan pebalap Andrea Dovizioso. Kendati demikian, ia menilai pebalap berusia 29 tahun tersebut memiliki keunggulan area yang lebih menyeluruh.
"Dia termasuk pebalap yang mengerem sangat terlambat. Jadi, seperti Dovizioso, dia memang ahli dalam melakukan pengereman di titik terakhir," kata Giribuola.
Ia menuturkan bahwa Dovizioso sempat mengalami kesulitan di beberapa tikungan cepat seperti Sirkuit Phillip Island. Situasi berbeda justru ditunjukkan oleh Toprak saat menghadapi medan serupa.
"Sebaliknya, Toprak bahkan di tikungan cepat terkadang melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia masuk ke beberapa tikungan dengan sangat agresif sampai-sampai kami ikut ketakutan melihatnya," tutur Giribuola.
"Dia memang pebalap yang kuat saat mengerem, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa di area lain sehingga dalam beberapa hal lebih komplet," lanjutnya.
Selain kemampuan pengereman, tingkat adaptasi Toprak saat membuntut pebalap lain di trek juga mendapat apresiasi tinggi. Ia mampu menirukan teknik pebalap di depannya secara instan untuk meningkatkan performa.
"Hal luar biasa lainnya adalah ketika dia mengikuti pebalap lain, dia bisa langsung menyamai apa yang dilakukan pebalap tersebut meski sebelumnya belum pernah melakukannya," ujar Giribuola.
"Hanya dengan memiliki acuan dari pebalap di depannya, dia bisa membuat peningkatan yang sangat besar. Sementara banyak pebalap lain justru tidak mampu mengikuti pebalap yang lebih cepat," tambahnya.
Tantangan utama Toprak bersama Pramac Yamaha saat ini terletak pada pemahaman karakteristik ban Michelin, yang berbeda dari ban Pirelli di ajang World Superbike. Pengalamannya menggunakan Pirelli diprediksi memberikan keuntungan saat MotoGP berganti pemasok ban pada 2027. Pebalap tersebut telah menandatangani kontrak jangka panjang bersama pabrikan asal Jepang tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow