Fuso Pastikan Truknya Aman Gunakan Bahan Bakar B50

Smallest Font
Largest Font

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memastikan jajaran produk truk Mitsubishi Fuso tetap sanggup mengonsumsi bahan bakar B50 tanpa mengalami kendala teknis, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Distributor resmi tersebut mencatat belum ada masalah pada kendaraan operasional mereka sejak kebijakan ini diimplementasikan pemerintah pada 1 Juli lalu.

KTB terus melakukan pengujian intensif pada lini kendaraannya guna memastikan keandalan mesin di berbagai sektor usaha. Hingga saat ini, pihak distributor belum menemukan adanya peningkatan frekuensi penggantian filter bahan bakar dari konsumen pengguna B50.

"B50, kita lanjut melakukan tes, sampai sekarang tidak ada masalah dan telah kita implementasikan ke produksi. Kita berharap tidak ada masalah di masa depan. Kalau ada masalah, kita perbaiki, dan kami terus melakukan komunikasi dengan pemerintah," ucap Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Yosuke Odake.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa data terkait masalah operasional akibat penggunaan jenis bahan bakar baru tersebut masih nihil.

"Dalam waktu 1 bulan penerapan ada data interval penggantian filter? Belum ada," Yosuke menambahkan.

Sementara itu, sektor operasional kendaraan niaga Mitsubishi Fuso saat ini masih didominasi oleh bidang logistik yang mencapai sekitar 20 persen, disusul oleh sektor perkebunan, pertambangan, manufaktur, hingga konstruksi.

"Jadi intinya kalau kami kan selalu support program pemerintah,pemerintah sudah lakukan implementasi B50 dari 1 Juli kemarin,jadi kalau tadi ada pertanyaan impact-nya apa ke plantation?Jadi informasi bahwa saat ini, hampir mobil kita dipakai di sektor plantation, yang paling banyak masih logistik hampir 20 persen," kata Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya.

Varian Fuso tipe Canter menjadi model yang paling banyak diandalkan di area operasional tersebut, baik untuk tipe penggerak jalan raya maupun medan berat.

"Jadi kalau di kendaraan niaga itu ada logistik, plantation, mining, manufaktur, konstruksi. Mobil kita sudah banyak di sana, terutama di kelas Canter sebenarnya, jadi kalau di Canter itu ada 2 jenis kendaraan, untuk on-road sama untuk off-road,nah biasanya dipakai di plantation itu yang off-road. Nah, itu jadi pasar potensial kita sebenarnya,nah kebetulan di sana kita sudah menjadi market leader sebenarnya," Aji menambahkan.

Penerapan kebijakan bahan bakar B50 diproyeksikan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi ekosistem industri nasional, terutama pada rantai pasok perkebunan dan pasar kendaraan niaga domestik.

"Salah satu potensi demand yang akan timbul nantinya,dengan pemerintah menerapkan B50 ini,akan ber-impact positif kepada plantation, itu juga akan ber-impact kepada pasar otomotif, pasar kendaraan niaga," ujar Aji.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed