FTSE Russell Tunda Penyesuaian Indeks Saham Indonesia hingga Desember 2026

Smallest Font
Largest Font

FTSE Russell kembali menunda penyesuaian indeks saham Indonesia hingga Desember 2026, termasuk penambahan saham baru, perubahan segmen kapitalisasi pasar, dan peningkatan free float, untuk memberikan waktu observasi terhadap efektivitas reformasi pasar modal Indonesia, kata FTSE Russell pada Selasa (18/8/2026).

Penundaan ini mencakup penahanan perubahan besar seperti transisi antar kategori kapitalisasi pasar (large, mid, small, micro), pembaruan faktor penyesuaian bobot (WAF), serta penambahan konstituen baru seperti saham hasil IPO.

FTSE Russell mengapresiasi langkah otoritas pasar modal Indonesia yang telah meningkatkan transparansi, termasuk pengungkapan data kepemilikan saham di atas 1%, publikasi daftar konsentrasi kepemilikan saham tinggi (high shareholding concentration/HSC), dan penguatan pelaporan klasifikasi investor.

Namun, FTSE Russell menegaskan akan menghapus saham yang termasuk dalam kategori HSC pada tinjauan indeks September 2026 dengan efektif mulai pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026, sesuai harga pasar.

"FTSE Russell akan menghapus efek yang terdampak oleh kondisi konsentrasi kepemilikan saham tinggi tersebut pada harga pasar saat tinjauan September 2026, yang berlaku efektif sejak pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026," ujar FTSE Russell dalam keterangan resminya, dilansir dari Liputan6.com.

Penghapusan saham HSC dilakukan sebagai bagian dari pedoman pembatasan free float untuk menjaga integritas indeks dan memastikan replikasi harga yang wajar di pasar. FTSE Russell juga akan memantau likuiditas saham yang terdampak.

FTSE Russell menyebutkan bahwa sejumlah pembaruan indeks lainnya tetap akan diterapkan pada tinjauan September, seperti pembaruan kuartalan saham dengan buffer 1%, penurunan free float sesuai buffer ketentuan, penghapusan saham yang tidak memenuhi kriteria kelayakan, serta penyesuaian klasifikasi kapitalisasi pasar akibat aksi spin-off.

"FTSE Russell mencatat otoritas pasar Indonesia telah menerapkan beberapa langkah yang bertujuan memperkuat transparansi pasar modal Indonesia," kata FTSE Russell, dikutip dari Beritasatu.com.

Selain itu, FTSE Russell juga akan terus memantau perkembangan pasar modal Indonesia dan efektivitas reformasi yang telah dilakukan oleh otoritas terkait. Keputusan lebih lanjut terkait perlakuan indeks, termasuk kemungkinan kembalinya perubahan indeks secara penuh, akan dipertimbangkan menjelang tinjauan Desember 2026.

Keputusan menunda normalisasi indeks ini menjadi ujian lanjutan bagi pasar modal Indonesia untuk membuktikan reformasi yang dijalankan mampu menciptakan pasar yang lebih transparan, likuid, dan dapat direplikasi oleh investor global.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed