Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Dunia sepak bola berduka setelah mantan kapten dan bek legendaris AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia pada Kamis (30/7/2026) di usia 66 tahun. Sosok yang dijuluki Kaiser Franz ini tutup usia setelah berjuang melawan penyakit nodul paru-paru.
Kabar duka ini dilansir dari cnnindonesia.com dan publika.id. Setahun sebelum wafat, Baresi sempat menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru serta perawatan intensif di Rumah Sakit Humanitas Rozzano, dekat Kota Milan. Penampilan publik terakhirnya tercatat pada Februari 2026 saat ia membawa obor Olimpiade Milano Cortina 2026 bersama Beppe Bergomi.
Di balik perjalanan kariernya, Baresi mengawali kiprah sepak bola sejak masuk akademi Rossoneri pada 1972 di usia 12 tahun. Ia mencatatkan debut di tim utama Serie A pada 23 April 1978 dan mengabdi selama 20 tahun hingga pensiun pada 1997. Sepanjang pengabdiannya sebagai 'one man club', ia mempersembahkan enam gelar Serie A, tiga Piala Champions, dua Piala Interkontinental, dua Super Cup, dua gelar Serie B, serta empat Supercoppa Italiana. Penghormatan tertinggi diberikan klub dengan memensiunkan nomor punggung 6 miliknya.
Meskipun meraih sukses besar di lapangan, Baresi harus menghadapi dinamika kehidupan yang cukup berat seusai gantung sepatu. Bisnis investasi properti dan pakaian yang didirikannya menderita kerugian besar, ditambah kejatuhan bank Credieuronord pada awal 2000-an yang menguras aset pribadinya. Keadaan tersebut berlanjut pada 2005 saat ia terseret kasus hukum penipuan karya seni dan memilih membayar denda 5.900 euro untuk mengonversi hukuman tiga bulan penjara.
Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, merangkul Baresi dengan memberikan berbagai jabatan strategis di klub, mulai dari pelatih tim muda hingga wakil presiden kehormatan. Dalam buku terakhirnya yang berjudul 'Ancora in gioco', Baresi menuangkan pandangannya terkait kehidupan dan hubungannya dengan sang mantan pemilik klub.
"Keagungan sejati tidak terletak pada bagaimana kita mengukur waktu – jam tangan seharga sepuluh euro menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan seharga sepuluh ribu – melainkan pada ruang yang kita ciptakan… Saya merasa terhibur mengetahui bahwa saya telah meninggalkan jejak di mana waktu tidak akan pernah bisa mencapainya," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Mendiang Baresi juga mengungkapkan kedekatan emosional serta rasa kehilangan yang mendalam terhadap sosok pimpinan klub tersebut.
"Tanpa dia saya merasa lebih kesepian," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Baresi menganggap figur Berlusconi memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan karier profesionalnya.
"Silvio Berlusconi unik dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Bagi saya dia seperti seorang ayah: dia mewujudkan semua impian saya dan menyampaikan mentalitas pemenangnya kepada kita semua para pemain, mereka dari sepak bola era lain," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Bentuk perhatian tersebut ditunjukkan Berlusconi saat memberikan hadiah berupa trofi replika asli Ballon d'Or 1989 kepada Baresi.
"Sebaliknya saya bermain lebih awal juga dalam hal ini," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Ia mengenang momen ketika tiga pemain AC Milan berhasil mendominasi panggung penghargaan sepak bola dunia tersebut secara bersamaan.
"Dalam edisi Ballon d'Or 1989 saya berada di urutan kedua di belakang Van Basten dan di depan Rijkaard, podiumnya semua pemain Milan. Namun pada kesempatan itu Presiden Berlusconi memberi saya versi asli Ballon d'Or," kata Franco Baresi, mantan Kapten AC Milan.
Meski menghadapi berbagai ujian hidup pascapensiun, publik Italia tetap mengenang Baresi sebagai salah satu libero terbaik dalam sejarah sepak bola dunia yang memegang teguh etika kerja dan martabat tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow