Filip Hrgovic Rebut Gelar Juara Dunia Kelas Berat IBF Usai Tumbangkan Moses Itauma
Petinju asal Kroasia, Filip Hrgovic, secara mengejutkan merebut gelar juara dunia kelas berat IBF yang kosong setelah menghentikan Moses Itauma lewat technical knockout pada ronde kesembilan di O2 Arena, London, Sabtu (30/8/2026).
Hrgovic yang berusia 34 tahun berhasil bangkit dari tekanan awal setelah sempat dijatuhkan pada ronde kedua oleh Itauma. Memasuki ronde kesembilan, Itauma yang tampak kelelahan hebat dipojokkan ke tali ring sebelum wasit Howard Foster menghentikan pertarungan pada menit 2:27 seiring lemparan handuk dari sudut petinju Inggris tersebut.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Itauma yang sebelumnya memegang rekor 14-0. Petinju berusia 21 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis pencegahan sebelum diperbolehkan pulang pada malam hari.
"Itu bukan malam saya, kami mencoba mencapai keagungan dan baru saja kalah dari pria yang lebih berpengalaman," kata Itauma melalui media sosial dilansir dari BBC.
Itauma juga menyampaikan ucapan selamat kepada lawannya serta menegaskan tekadnya untuk bangkit di masa depan.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Filip Hrgovic atas kemenangannya. Dan meskipun saya tidak pernah mencapai hasil yang saya inginkan, saya percaya saya mendapatkan pengalaman yang akan saya bawa ke pertarungan mendatang. Tuhan memberkati, jaga diri dan saya akan kembali," kata Itauma.
Promotor Queensberry Promotions, Frank Warren, menilai kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi proses pembelajaran petinju mudanya.
"Masih terlalu dini untuk membuat keputusan itu, Anda ingin berbicara dengannya terlebih dahulu dan dia harus ingin melakukannya, yang saya yakin dia mau," kata Warren dilansir dari The Independent.
Warren menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap aspek mental dan taktik bertarung sangat diperlukan sebelum melangkah ke laga berikutnya.
"Anda mengetahui kaliber seorang pria. Ini semua tentang pola pikir dan di mana mereka berada. Anda harus belajar dari hal seperti ini dan saya yakin dia akan belajar," kata Warren.
Ia juga menyoroti hilangnya status tak terkalahkan Itauma serta perlunya perubahan pendekatan gaya bertarung di dalam ring.
"Aura tidak terkalahkan itu, saat ini, sudah hilang. Orang-orang akan melihat itu dan mungkin itu akan memudahkan untuk membuat pertarungan untuknya," kata Warren.
Warren menegaskan komitmennya untuk terus mendukung karier petinju muda Inggris tersebut.
"Secara mental, dia akan benar-benar terpuruk. Kita harus berbicara dengannya dan mengangkatnya serta melihat seperti apa dia nanti. Ini akan memakan waktu," kata Warren.
Promotor senior tersebut juga menyarankan agar Itauma tidak terlalu bernafsu mengejar kemenangan knockout.
"Dia masih salah satu bakat paling luar biasa yang pernah melibatkan saya. Kami akan tetap bersamanya. Dia butuh sedikit lebih banyak kecerdasan bertarung dan harus berhenti berpikir untuk meng-KO semua orang," kata Warren.
Ia menyinggung obrolan yang didengarnya mengenai ambisi Itauma saat bertarung di atas ring.
"Seseorang mengatakan kepada saya malam ini (Sabtu) bahwa Moses tidak akan merasa memenangkan gelar dunia dengan benar kecuali dia meng-KO lawannya dan saya tidak suka mendengar hal itu," kata Warren.
Di sisi lain, Hrgovic tetap memberikan pujian terhadap potensi besar yang dimiliki oleh Itauma.
"Moses adalah bakat yang luar biasa dan saya percaya dia akan menjadi juara dunia pasti," kata Hrgovic dilansir dari The Independent.
Hrgovic pun membagikan nasihat teknis agar Itauma dapat menyesuaikan diri dengan durasi pertarungan profesional.
"Tapi dia butuh lebih banyak waktu. Nasihat saya adalah untuk tidak menyerah," kata Hrgovic.
Ia menilai keputusan Itauma untuk meladeni adu jotos di ronde kesembilan merupakan kekeliruan akibat kurangnya pengalaman.
"Saya belum pernah berada di ring dengan orang seperti dia, tapi dia tidak berpengalaman. Dia memenangkan semua ronde tetapi bertarung jarak dekat dengan saya di ronde sembilan. Itu langkah yang bodoh darinya, itu sangat bodoh. Itu adalah ketidakpengalaman," kata Hrgovic.
Hrgovic mengingatkan pentingnya pembagian tenaga dalam laga 12 ronde.
"Dia perlu mengatur tempo dan menyesuaikan diri dengan tinju profesional. Anda tidak bisa bertinju seperti amatir, ini pertarungan 12 ronde jadi Anda perlu mengatur tempo diri sendiri. Ini adalah maraton, bukan lari cepat," kata Hrgovic.
Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi Kroasia dengan memiliki juara dunia kelas berat profesional pertama. Keberhasilan Hrgovic juga melanjutkan jejak historisnya sejak meraih gelar Juara Dunia Remaja AIBA di Baku, Azerbaijan, pada tahun 2010 silam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow