Federasi Sepak Bola Mesir Perpanjang Kontrak Hossam Hassan Empat Tahun
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi memperpanjang kontrak pelatih kepala tim nasional Mesir, Hossam Hassan, selama empat tahun ke depan setelah rapat dewan direksi pada Kamis dini hari WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah skuad The Pharaohs tersingkir secara dramatis dengan skor 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (7/7/2026) waktu setempat, meski sempat memimpin dua gol lebih dulu melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko.
EFA menilai kinerja pelatih berusia 59 tahun itu layak diapresiasi karena berhasil membawa Mesir mencatatkan kampanye terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang tersebut dengan meraih kemenangan di fase gugur.
"Presiden EFA Hany Abo Rida mengumumkan bahwa dewan direksi federasi telah menyetujui perpanjangan kontrak pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, serta direktur tim, Ibrahim Hassan," demikian bunyi pernyataan resmi EFA dilansir dari tangselpos.id.
Kendati mendapatkan perpanjangan masa bakti hingga Piala Dunia 2030, kepemimpinan Hossam Hassan di Amerika Serikat diwarnai berbagai aksi kontroversial dan luapan emosi pascalaga.
Media asal Argentina Olé dan media Prancis L'Équipe menyoroti tindakan Hassan yang diduga melakukan serta mengulangi gestur menyilangkan tangan yang dinilai bermuatan rasis di hadapan suporter saat tiba di Bandara Al-Alamein Baru, Mesir.
Kemarahan Hassan juga berlanjut di lorong stadion saat ia terekam kamera melontarkan makian verbal kepada pelatih Argentina, Lionel Scaloni, serta terlibat perselisihan dengan fotografer dan melakukan tindakan tidak terpuji kepada suporter lawan yang membentangkan bendera Israel.
Ketegangan tersebut dipicu oleh rasa frustrasi Hassan terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier, yang menganulir gol kedua Mostafa Ziko karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses build-up.
"Kami adalah tim yang lebih baik dan menerapkan strategi kami kepada lawan. Itu tidak adil. Saya tidak tahu mengapa gol kami dianulir," kata Hassan dikutip dari Ahram via bola.kompas.com.
Hassan juga menuduh bahwa jalannya pertandingan telah diatur sedemikian rupa demi kepentingan komersial turnamen agar kapten Argentina tetap bertahan lebih lama.
"Piala Dunia adalah tentang pemasaran. Mereka ingin Messi tetap berada di turnamen selama mungkin," tambah Hassan.
Selain mengkritik kinerja pengadil lapangan, Hassan memanfaatkan sesi konferensi pers resmi FIFA untuk menyuarakan pesan kemanusiaan dan menyerukan dukungan internasional terhadap warga Palestina di Gaza.
"Saya tidak ingin membawa masalah ini ke arah sana, tetapi kita sedang berbicara tentang kasus kemainan," ucap Hossam Hassan seperti dilansir kompas.tv.
Ia juga mempertanyakan kepekaan dunia terhadap penderitaan anak-anak yang menjadi korban konflik di wilayah tersebut.
"Apakah ada yang tahu tentang anak-anak yang tewas, yang kakinya putus, yang tangannya putus, yang buta? Apakah kalian merasakan sesuatu?" ujar Hassan.
Hassan menambahkan bahwa anak-anak yang menjadi korban di wilayah konflik tersebut sebenarnya sangat mencintai sepak bola dan kerap mengenakan jersei klub-klub besar dunia.
"Omong-omong, di negara tempat anak-anak itu sekarat, they memakai jersey Argentina, Barcelona, Manchester City, dan Real Madrid," kata Hassan.
Ia menyayangkan sikap diam dari komunitas sepak bola internasional terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Palestina.
"Kalian melihat mereka mencintai kalian dan mencintai sepak bola, tetapi mereka terus dibunuh sementara kalian tetap diam dan merasa itu normal," pungkas Hassan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow