Fajar/Fikri Melaju ke Final Japan Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menembus babak final Japan Open 2026 setelah menumbangkan wakil tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Sabtu (18/07/2026).

Fajar/Fikri memenangi laga semifinal melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-18. Berdasarkan laporan Kompas.com, kemenangan ini mengantarkan mereka ke partai puncak untuk menantang pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Meskipun demikian, Indonesia saat ini tertinggal 1-3 dalam rekor pertemuan melawan Kim/Seo, di mana tiga kekalahan beruntun dialami Fajar/Fikri setelah kemenangan terakhir mereka di China Open 2025. Dilansir dari Suaramerdeka.com, dua kekalahan di antaranya terjadi pada laga final Korea Open 2025 dan French Open 2025.

Fajar Alfian mengakui bahwa pertandingan memperebutkan gelar juara melawan ganda putra peringkat satu dunia tersebut tidak akan berjalan dengan mudah.

"Sudah lama kami tidak berjumpa mereka, terakhir di French Open tahun lalu. Kami ingin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor 1 dunia," kata Fajar Alfian, Ganda Putra Indonesia.

Pemain ganda putra Indonesia itu menambahkan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah mengembalikan kebugaran setelah menjalani laga semifinal yang sangat menguras tenaga.

"Kami mau menyiapkan recovery sebaik mungkin untuk malam ini karena memang melelahkan hari ini. Tapi itu bukan jadi alasan untuk besok. Semoga besok kami bisa fit dan bisa fresh untuk bisa memenangkan pertandingan," ujar Fajar Alfian, Ganda Putra Indonesia.

Sementara itu, hasil berbeda diraih oleh sektor tunggal putri Indonesia melalui Putri Kusuma Wardhani yang harus mengakhiri langkahnya di babak semifinal. Putri kalah dari wakil Jepang, Akane Yamaguchi, lewat drama rubber game dengan skor 21-9, 16-21, 14-21 pada hari yang sama.

Kegagalan ini membuat Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putri turnamen BWF Super 750 tersebut berdasarkan informasi Antara. Menanggapi kekalahan itu, Putri menyatakan pentingnya meningkatkan ketahanan fisik untuk kompetisi mendatang.

"Untuk evaluasi, saya masih harus lebih meningkatkan daya tahan lagi," kata Putri Kusuma Wardhani, Tunggal Putri Indonesia.

Pebulu tangkis unggulan keenam itu sebenarnya merasa memiliki kesempatan besar untuk memenangi pertandingan melawan Akane, terutama sebelum momentumnya hilang di akhir gim kedua.

"Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi tapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir. Saat poin 16-16, Akane membuat banyak sekali spekulasi pada pukulan depan dan memperlambat tempo, itu membuat saya beberapa kali kaget," ungkap Putri Kusuma Wardhani, Tunggal Putri Indonesia.

Kerugian berlanjut pada gim penentu ketika Putri melakukan kesalahan berulang di area pertahanan lawan yang berdampak pada sisa jalannya pertandingan.

"Di gim ketiga saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane, cukup berpengaruh akhirnya ke sisa jalannya pertandingan," imbuh Putri Kusuma Wardhani, Tunggal Putri Indonesia.

Kendati gagal melaju ke final, Putri mengaku puas atas konsistensi dan daya juang yang diperlihatkannya selama Japan Open 2026, termasuk saat mengalahkan Wang Zhi Yi di perempat final.

"Saya belajar banyak dari hasil di Indonesia Open, dari sebulan persiapan itu saya benar-benar fokus di latihan. Hasilnya, saya merasa di sini saya bisa terus menunjukkan konsisten permainan dan daya juang yang lebih bagus dari sebelumnya," ungkap Putri Kusuma Wardhani, Tunggal Putri Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed