Enzo Maresca Resmi Melatih Manchester City Menggantikan Pep Guardiola
Enzo Maresca resmi memulai tugasnya sebagai manajer baru Manchester City untuk musim 2026/2027 menggantikan Pep Guardiola. Ia dijadwalkan melakoni debut resminya dalam laga Community Shield melawan Arsenal pada Minggu (16/8/2026) mendatang.
Maresca menegaskan bahwa penunjukannya sebagai juru taktik The Citizens merupakan sebuah kehormatan besar dan pekerjaan terbaik di dunia sepak bola. Ia juga mengaku telah bertemu dengan Guardiola di Barcelona sebelum menandatangani kontrak resminya.
Maresca menepis anggapan bahwa menggantikan peran Guardiola adalah beban berat bagi karier kepelatihannya.
"Setelah 10 pertandingan, entah kami mengumpulkan 10, 20, atau 30 poin, orang-orang pasti akan membandingkan pencapaian saya dengan Pep pada tahap yang sama; hal itu tidak memberikan tekanan bagi saya," kata Maresca dilansir dari ESPN.
Ia menganggap kesempatan meneruskan tongkat kepelatihan di Etihad Stadium sebagai sebuah privileges.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan, baik saat masih di Leicester City maupun Chelsea, bahwa dia adalah manajer terbaik di dunia dalam kurun waktu 15 atau 20 tahun terakhir," ujar Maresca.
Ia menambahkan pandangannya mengenai dampak permainan yang dibawa oleh sang mantan pelatih.
"Saat dia mengawali kiprahnya di Spanyol, semua orang ingin bermain seperti Barcelona; ketika dia pindah ke Jerman, semua orang ingin bermain seperti Bayern (Muenchen), lalu saat dia datang ke Inggris, semua orang ingin bermain seperti City," tutur Maresca.
Maresca juga menilai tantangan besar tersebut dapat dihadapi dengan optimisme.
"Ada yang bertanya kepada saya apakah menggantikannya merupakan tugas yang mustahil—mungkin saja, tetapi di saat yang sama, itu adalah sebuah kehormatan," kata Maresca.
Mengenai pertemuannya dengan Guardiola jelang penandatanganan kontrak, Maresca menyebut momen tersebut sudah dirancang sejak lama.
"Kami menghabiskan waktu beberapa jam bersama. Kami sudah merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama saat liburan musim panas, bahkan sebelum musim kompetisi di sini berakhir," ujar Maresca.
Ia menjelaskan alasan di balik kedatangannya secara langsung ke markas tim.
"Terkadang saya suka datang saat tempat itu sedang sepi untuk melihat segala sesuatunya secara langsung, namun karena dia sudah lama berada di sini, dia tentu punya pandangannya sendiri," kata Maresca.
Pengamatan langsung dianggapnya sangat penting sebelum memulai proyek baru.
"Meskipun demikian, Anda tetap harus datang dan melihat sendiri situasinya, serta melihat gambaran keseluruhannya," tambah Maresca.
Terkait kerja samanya dengan jajaran pimpinan klub, Maresca merasa sangat optimistis karena adanya kesamaan pandangan.
"Ini pekerjaan yang fantastis, menyenangkan dan sangat menarik. Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan," ujar Maresca.
Ia menegaskan komitmen klub untuk terus melangkah maju.
"Yang paling penting bagi saya adalah Khaldoon, Hugo dan Ferran memiliki pemikiran yang sama. Tentu saja, ini klub yang harus memenangkan pertandingan, meraih gelar dan terus bersaing," kata Maresca.
Peningkatan kualitas tim menjadi prioritas utama sang manajer baru.
"Tetapi kami juga berbicara mengenai bagaimana membuat klub ini terus menjadi lebih baik dari musim ke musim," ujar Maresca.
Kepercayaan dirinya berakar dari hubungan baik dengan pihak manajemen.
"Sangat penting ketika semua orang memiliki pemikiran yang sama. Saya sudah sangat yakin sejak hari pertama karena saya mengenal orang-orang di dalam organisasi ini dan tahu betapa seriusnya mereka," kata Maresca.
Ia juga menegaskan standar tinggi yang harus dipertahankan klub.
"Ini adalah klub yang harus menang, tetapi kami juga harus menjadi lebih baik dari musim ke musim," tegas Maresca.
Selain membahas visi klub, Maresca menyinggung perekrutan gelandang baru Elliot Anderson dari Nottingham Forest yang dinilainya memiliki karakter luar biasa.
"Saat kami mengambil keputusan, hal itu tidak hanya didasarkan pada kualitas mereka sebagai pemain—yang tentu saja penting—tetapi kami juga memperhatikan perilakunya," ujar Maresca dalam wawancara di Seoul dilansir dari City Studios.
Ia memuji kualitas personal sang pemain muda.
"Sosok pribadinya, karakternya sebagai manusia, dan Elliot memiliki semua kualitas tersebut," kata Maresca.
Manajer asal Italia itu mengaku sangat bersyukur bisa melatih Anderson.
"Dia adalah pemain yang luar biasa, pribadi yang menyenangkan, rendah hati, serta santun, dan saya sangat senang bisa bekerja sama dengannya," ujar Maresca.
Sementara itu, terkait kapten utama tim musim depan, Maresca mengungkapkan pertimbangan teknis yang membuat Erling Haaland kemungkinan tidak ditunjuk menduduki posisi tersebut.
"Saat (melatih) di Leicester (City) dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus mendatangi bangku cadangan-bukan untuk merayakan gol, melainkan untuk menerima instruksi," ujar Maresca dilansir dari The Athletic.
Sambil bersenda gurau, ia membeberkan potensi kendala jika Haaland yang menjadi kapten.
"Namun, jika kapten sendiri yang mencetak gol, barulah dia boleh merayakannya. Kalau Erling yang jadi kapten... gawat! Kami bakal punya masalah, bisa kalian bayangkan?" kata Maresca.
Maresca menegaskan pentingnya peran kapten dalam menjembatani komunikasi taktik saat laga berjalan.
"Meski hanya dua atau tiga menit, selalu ada hal yang perlu disesuaikan (di lapangan). Kami punya tiga atau empat (kapten) dan kami sedang kehilangan satu orang. Untuk kasus Rodri (yang dirumorkan akan pindah), lihat saja nanti bagaimana perkembangannya," tegas Maresca.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow