Empat Wakil Indonesia Amankan Tiket Perempat Final China Open 2026
Sebanyak empat wakil Indonesia berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final China Open 2026 setelah melakoni rangkaian pertandingan babak 16 besar di Olympic Sports Centre Gymnasium pada Kamis (23/7) sore WIB.
Para wakil yang lolos ke babak delapan besar tersebut adalah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, tunggal putra Jonatan Christie, ganda putri Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum, dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani.
Dilansir dari CNN Indonesia, Fajar/Fikri melaju setelah mengalahkan wakil Jepang, Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, dengan skor 21-19 dan 21-11, sementara Jonatan Christie yang menjadi unggulan keempat bangkit dari kekalahan gim pertama untuk menumbangkan Loh Kean Yew asal Singapura dengan skor 12-21, 21-6, dan 21-13.
Keberhasilan ini juga diikuti oleh Rachel/Febi yang menang tiga gim atas pasangan Amerika Serikat, Lauren Lam/Allison Quynh Lee dengan skor 17-21, 21-11, 21-19, serta Putri Kusuma Wardani yang menutup kemenangan Indonesia atas wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan, dengan skor 21-17 dan 21-14 dalam waktu 37 menit.
Namun, hasil positif tersebut gagal diikuti oleh pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang harus tersingkir setelah kalah dari unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dengan skor 8-21 dan 14-21.
Sebagaimana dilaporkan Warta Kota, Rehan Naufal Kusharjanto mengakui performa apik lawan serta kurangnya ketenangan dari pihak mereka sepanjang laga babak 16 besar tersebut.
"Lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini, terasa sangat percaya diri dengan semua pola yang mereka mainkan. Sementara kami kurang tenang, grasah-grusuh," ujar Rehan.
Pasangan Indonesia ini sempat mencoba mengubah pola permainan pada pertengahan gim kedua dengan memaksimalkan keunggulan servis mereka, tetapi momentum tersebut hilang akibat kesalahan sendiri.
"Pertengahan gim kedua kami coba mengubah strategi. Kami tahu kami punya kelebihan dari servis jadi itu yang dimanfaatkan, tapi setelah berhasil beberapa poin kembali kehilangan momentum karena beberapa bola enak malah mati sendiri, bola tanggung malah out sendiri," terangnya.
Di sisi lain, Gloria Emanuelle Widjaja menyoroti adanya kendala nonteknis berupa kondisi angin di lapangan yang tidak sesuai dengan prediksi mereka sebelum bertanding.
"Hari ini apa yang kami pikirkan dan ekspektasikan malah berbeda kenyataannya di lapangan, terutama mengenai kondisi angin di lapangan. Faktor nonteknis ini yang harus diperbaiki di Taipei Open minggu depan," tutur Gloria.
Evaluasi dari kekalahan di turnamen ini akan menjadi modal bagi Rehan/Gloria untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Taipei Open yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow