Elliot Anderson Siap Bela Inggris Hadapi Argentina di Semifinal

Smallest Font
Largest Font

Gelandang tim nasional Inggris Elliot Anderson bersiap tampil sebagai starter dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Atlanta pada Rabu malam waktu setempat.

Pemain berusia 23 tahun tersebut mendapat dukungan penuh dari kampung halamannya di Whitley Bay, termasuk dari mantan guru-gurunya di Whitley Bay High School serta restoran lokal favoritnya.

Karier Anderson melonjak setelah Manchester City merekrutnya dari Nottingham Forest seharga 135 juta euro atau setara 117 juta poundsterling, menjadikannya pemain termahal City per Juli 2026.

Performa apik Anderson di lini tengah membantu memuluskan langkah Inggris, mendampingi para bintang seperti Jude Bellingham dan Harry Kane yang masing-masing telah mengemas enam gol.

Mantan guru olahraga Anderson, Steven Anderson, mengungkapkan bakat besar sang pemain yang sudah terlihat sejak masa sekolah.

"You could always tell he was working in about third gear and yet he was still running rings around everyone, but that's the way he wanted to be." ujar Steven Anderson, Guru Olahraga Whitley Bay High School.

Meskipun menonjol di lapangan, Elliot dikenal tetap membumi dan tidak ingin terlihat menyombongkan kemampuannya di hadapan teman-temannya.

"He didn't want to take the mick out of everyone, just wanted to be one of the lads really." kata Steven Anderson, Guru Olahraga Whitley Bay High School.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Sarah Fitzpatrick mengagumi dedikasi Elliot yang mampu menyeimbangkan tuntutan akademis dengan jadwal padat di akademi Newcastle United dahulu.

"Everyone at Turknaz is incredibly proud to see Whitley Bay’s own Elliot Anderson helping England reach the FIFA World Cup semi-finals. What an achievement for Elliot, his family, and our town. We’ll be cheering the Three Lions on all the way!" tulis Turknaz, Restoran Favorit Elliot Anderson.

Restoran tersebut juga mengajak para warga sekitar untuk datang mendukung perjuangan tim nasional Inggris bersama-sama.

"Come and enjoy the match atmosphere with great food, great company, and let’s get behind England together. IT’S COMING HOME!" tambah Turknaz, Restoran Favorit Elliot Anderson.

Mantan bek tim nasional Inggris Gary Pallister memberikan pujian atas peran krusial Anderson yang sering kali bekerja keras tanpa banyak mendapat sorotan media.

"Mungkin Anderson. Ia telah menyesuaikan permainannya di City. Sedikit kecewa karena ia tidak mempertimbangkan Man United, tapi saya rasa mereka memang tidak pernah serius mengejarnya." kata Gary Pallister, Mantan Pemain Timnas Inggris.

Pallister menilai daya juang dan ketahanan fisik Anderson sangat luar biasa di tengah kondisi cuaca yang menantang.

"Saya pikir kerja keras yang dia lakukan—beberapa kondisinya sangat sulit, bermain di ketinggian, bermain di cuaca lembap, bermain di cuaca panas. Dia adalah pemain yang tidak takut bekerja keras. Lihat saja pertandingan melawan Meksiko dan hal-hal semacam itu, dan menurut saya tingkat kerjanya luar biasa—kemampuannya merebut kembali bola." tutur Gary Pallister, Mantan Pemain Timnas Inggris.

Ia juga menyoroti interaksi menarik di lapangan saat Anderson menghadapi calon rekan setimnya di musim depan.

"Menurut saya, sangat menarik melihatnya berhadapan dengan [Erling] Haaland beberapa malam yang lalu. Mereka akan menjadi rekan setim tahun depan dan dia, bisa dibilang, agak mudah terjatuh saat didorong oleh Haaland. Namun, saya pikir dia juga menjalani turnamen yang sangat bagus." tambah Gary Pallister, Mantan Pemain Timnas Inggris.

Kendati demikian, mantan penyerang Inggris Gary Lineker memberikan catatan evaluasi mengenai disiplin posisi Anderson di lini pertahanan.

"Satu hal yang ingin saya sampaikan, terkadang dia bisa melompat sedikit terlalu dini. Jika ada Bellingham dan Declan Rice [di depannya], terkadang pertahanan kami terlihat sedikit terbuka di depan barisan empat bek. Saya pikir dia brilian, tapi hal itu memang mengkhawatirkan. Mungkin itu karena kita bermain melawan Norwegia, bukan Argentina, Prancis, atau Spanyol." ujar Gary Lineker, Mantan Penyerang Inggris.

Pandangan tersebut ditanggapi oleh Micah Richards yang menilai karakter asli sang pemain lebih condong sebagai gelandang serang.

"Sebenarnya saya pikir dia adalah gelandang nomor delapan, bukan nomor enam. Kemampuan teknisnya terlalu bagus, jangkauan umpannya sangat baik. Dia punya energi yang melimpah, bisa bergerak naik-turun lapangan. Dia begitu hebat sehingga selalu ingin terlibat." kata Micah Richards, Mantan Bek Manchester City.

Richards menyarankan agar Anderson meningkatkan kedisiplinannya agar bisa mengantisipasi pergerakan playmaker lawan dengan lebih baik di masa depan.

"Dia memang pemain yang brilian [tapi] dia harus lebih disiplin. Jika kamu bermain melawan Prancis dan [Michael] Olise berada di posisi nomor 10, kamu akan langsung kesulitan. Hanya detail-detail kecil seperti itu; jika dia bisa memperbaikinya, dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan—saya pikir dia sehebat itu. Man City merekrutnya, dia persis apa yang mereka butuhkan: energi." ungkap Micah Richards, Mantan Bek Manchester City.

Richards menambahkan bahwa komposisi lini tengah Inggris saat ini memang diisi oleh para pemain bertipe menyerang.

"Tapi ini sulit. Rice adalah pemain yang lincah, dia bukan gelandang nomor enam, melainkan nomor delapan. Jude adalah gelandang nomor delapan atau sepuluh, dan Anderson juga gelandang nomor delapan, jadi itulah mengapa beberapa orang membicarakan Kobbie Mainoo [untuk diturunkan], tapi dia [Thomas Tuchel] tidak tertarik padanya." jelas Micah Richards, Mantan Bek Manchester City.

Kembali ke masa sekolahnya, Steven Anderson mengaku tidak menyangka bahwa anak didiknya tersebut kini menjelma menjadi pemain bernilai transfer fantastis.

"It is surreal, my memories of him are being a 14/15-year-old lad." kenang Steven Anderson, Guru Olahraga Whitley Bay High School.

Ia mengapresiasi kerja keras luar biasa yang telah ditunjukkan Elliot hingga berhasil mencapai titik tertinggi dalam karier sepak bolanya.

"You don't really see him as being someone who is going to warrant a £100m+ transfer in the future. You never really expect something like that, but fair play to him, he's worked exceptionally hard to get there and he's done really, really well." pungkas Steven Anderson, Guru Olahraga Whitley Bay High School.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed