Masyarakat Imbau Tidak Sembarangan Ikuti Tren Skincare Viral

Smallest Font
Largest Font

Pasien sedang berkonsultasi dengan dokter kecantikan dr Rian Hidayat dari Babies Glow Aesthetic Clinic.

JAKARTA, investor.id – Tren skincare viral di media sosial terus memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk perawatan kulit. Namun, masyarakat seharusnya tidak serta-merta mengikuti tren yang sedang populer tanpa memahami kondisi kulit masing-masing, karena setiap orang memiliki kebutuhan dan karakteristik kulit yang berbeda.

Fenomena skincare viral dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong peningkatan konsumsi produk kecantikan berbasis rekomendasi influencer dan konten kreator. Di sisi lain, tren tersebut juga memunculkan risiko penggunaan produk yang tidak sesuai jenis kulit, mulai dari iritasi, breakout, kerusakan skin barrier, hingga munculnya masalah kulit baru. Para ahli dermatologi secara global juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kondisi kulit individu dibanding mengikuti rekomendasi yang bersifat umum di media sosial.

Menurut dokter kecantikan dr Rian Hidayat dari Babies Glow Aesthetic Clinic, masyarakat perlu memahami bahwa hasil yang diperoleh seseorang dari suatu produk belum tentu akan sama pada orang lain.

"Konten skincare di media sosial memang dapat menjadi sumber informasi awal. Namun, masyarakat perlu lebih kritis karena kondisi kulit dipengaruhi banyak faktor, seperti genetika, usia, hormon, gaya hidup, hingga lingkungan. Produk yang cocok untuk satu orang belum tentu aman atau efektif untuk orang lainnya," ujar dr Rian Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak tren perawatan kulit yang muncul dengan cepat dan sering kali menjanjikan hasil instan. Padahal, kesehatan kulit membutuhkan evaluasi yang tepat serta perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Analisis Kulit

Dalam praktiknya, dokter biasanya akan melakukan analisis kondisi kulit sebelum memberikan rekomendasi produk maupun treatment tertentu. Evaluasi tersebut meliputi jenis kulit, tingkat sensitivitas, riwayat alergi, masalah kulit yang dialami, serta target perawatan yang ingin dicapai pasien.

Menurut Babies Glow, konsultasi dengan tenaga medis profesional dapat membantu masyarakat menghindari kesalahan penggunaan produk yang berpotensi memperburuk kondisi kulit. Langkah ini juga dinilai penting untuk mengurangi risiko akibat tren skincare yang belum tentu didukung bukti ilmiah yang memadai.

Selain itu, edukasi yang berkelanjutan kepada tenaga medis menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan. Oleh karena itu, Babies Glow Aesthetic Clinic secara rutin mengadakan doctor talk, pelatihan, dan program peningkatan kompetensi bagi dokter agar selalu mengikuti perkembangan ilmu estetika, teknologi perawatan kulit, serta tren yang berkembang di masyarakat.

"Kami terus mendorong dokter untuk memperbarui pengetahuan melalui pelatihan dan diskusi ilmiah. Dengan begitu, rekomendasi yang diberikan kepada pasien tidak hanya mengikuti tren, tetapi berdasarkan pertimbangan medis dan evidence-based practice," tambah dr Rian.

Dari perspektif industri, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit turut berkontribusi pada pertumbuhan sektor estetika dan kecantikan nasional. “Namun, tingginya arus informasi di media sosial juga menuntut pelaku industri untuk memperkuat edukasi publik agar konsumen dapat mengambil keputusan yang lebih bijak,” kata dr Rian yang mengembangkan jaringan klinik ini selain di Kemang Jakarta juga di Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Semarang, dan Madiun.

dr Rian menilai bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukasi yang efektif apabila digunakan secara tepat. Karena itu, selain memberikan layanan perawatan, klinik juga aktif membagikan informasi mengenai kesehatan kulit, perawatan yang aman, serta pentingnya konsultasi sebelum menggunakan produk atau menjalani tindakan estetika.

“Melalui pendekatan yang mengedepankan edukasi dan konsultasi berbasis medis, kami berharap dapat membantu masyarakat memahami pentingnya memilih perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi individu, bukan semata karena popularitas suatu produk di media sosial,” tegas dr Rian.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed