Dunia Diperingati Melalui Hari Menulis Surat Sedunia Setiap 1 September
Masyarakat global memperingati Hari Menulis Surat Sedunia pada 1 September 2026 sebagai momentum menghidupkan kembali kebiasaan menulis pesan di atas kertas menggunakan tangan di tengah dominasi media digital.
Gagasan peringatan tahunan ini pertama kali dicetuskan oleh Richard Simpkin, seorang penulis, seniman, dan fotografer asal Australia pada 2014. Ide tersebut lahir dari pengalaman pribadinya yang gemar berkorespondensi melalui surat dengan berbagai tokoh ternama di negaranya, yang kemudian dikompilasi ke dalam buku berjudul Australian Legends pada 2005.
Sebagai bentuk sosialisasi, Simpkin rutin menyambangi sekolah-sekolah untuk menggelar lokakarya menulis surat bersama anak-anak. Langkah ini dilakukan guna mendorong generasi muda serta masyarakat dewasa mengambil jeda sejenak dari gawai dan media sosial.
Rekam sejarah mencatat aktivitas surat-menyurat telah dipraktikkan sejak era peradaban Mesir Kuno dan Yunani Kuno menggunakan bahan lempengan logam, kayu berlapis lilin, hingga daun papirus. Perkembangan sistem korespondensi modern kemudian melaju pesat usai Sir Rowland Hill merancang perangko rekat pertama bernama Penny Black di Inggris pada 1840.
Selain memiliki dimensi historis, sejumlah surat bertransformasi menjadi dokumen penting yang memengaruhi alur sejarah dunia. Di Indonesia, kumpulan korespondensi Raden Ajeng Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda dihimpun oleh J.H. Abendanon dan diterbitkan menjadi buku Door Duisternis tot Licht pada 1911, yang merekam pemikiran mengenai emansipasi dan pendidikan perempuan.
Pada era gerakan hak sipil di Amerika Serikat, Martin Luther King Jr. menuliskan gagasan perjuangan tanpa kekerasan lewat dokumen Letter from Birmingham Jail saat mendekam di sel pada 16 April 1963. Sementara itu pada 1939, fisikawan Albert Einstein bersama Leo Szilard menyusun surat peringatan kepada Presiden AS Franklin D. Roosevelt terkait potensi ancaman serta pengembangan teknologi berbasis reaksi nuklir.
Dari sisi medis, proses merangkai kata dan menulis langsung di atas lembaran kertas terbukti dapat membantu menata jalan pikiran secara lebih terstruktur sekaligus menurunkan tingkat stres pada otak.
Bersamaan dengan Hari Menulis Surat Sedunia, tanggal 1 September juga bertepatan dengan perayaan Hari Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia, Hari Catur Amerika (American Chess Day) yang dicetuskan sejak 1994, serta peringatan Lazy Mom Day.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow