— PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian untuk kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2026 dengan pendapatan usaha US$ 693,2 juta dan laba periode berjalan US$ 118,5 juta.

Per 31 Maret 2026, posisi aset tercatat sebesar US$ 4,6 miliar dan ekuitas US$ 2,4 miliar. Perusahaan menyatakan kondisi pasar digital serta percepatan transformasi digital mendorong kebutuhan infrastruktur yang lebih terintegrasi dan berkapasitas tinggi.

Strategi Akuisisi dan Ekspansi Telekomunikasi

Dalam rilis resmi, DSSA mengumumkan penyelesaian akuisisi saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), yang memiliki 24,57% kepemilikan di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Transaksi ini memberi DSSA kepemilikan tidak langsung di EXCL melalui BMT.

Perusahaan menyatakan langkah korporasi tersebut memperkuat kapabilitas DSSA di sektor telekomunikasi sekaligus memperkokoh fondasi ekosistem digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang.

Kontribusi Infrastruktur Digital

Segmen infrastruktur digital dan teknologi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Pada kuartal I 2026, kontribusi pendapatan dari lini ini mencapai US$ 69,1 juta, naik 50% dibandingkan US$ 46,1 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didukung oleh penguatan konektivitas nasional seusai penggabungan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic/MORA).

MoraRepublic mengoperasikan jaringan serat optik backbone dan akses sepanjang lebih dari 166.000 kilometer, menjangkau lebih dari 12,7 juta homepass, melayani lebih dari 2 juta pelanggan ritel dan lebih dari 17.000 pelanggan bisnis di Indonesia.

Pengembangan Pusat Data dan AI

DSSA melalui PT SMPlus Digital Investama (SM+) memperluas kapasitas pusat data nasional. SM+ menyelesaikan tahap topping off flagship data center Jakarta SMX01 pada Mei 2026 dan melanjutkan penyelesaian fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas lebih dari 18 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Selain itu, SM+ sedang mengembangkan 25 Edge Data Center untuk layanan komputasi berlatensi rendah dan pemrosesan data waktu nyata. Kapabilitas ini diperkuat lewat pembentukan PT Brilian Teknologi Sejahtera, usaha patungan dengan iFLYTEK, yang dihadirkan untuk solusi berbasis machine learning dan ekosistem AI.

DSSA menyatakan integrasi konektivitas, pusat data, komputasi edge, dan AI membentuk platform infrastruktur digital end-to-end untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital Indonesia.

Diversifikasi Energi

Selain fokus pada teknologi, DSSA menegaskan tiga pilar bisnis energi: pertambangan, panas bumi, dan tenaga surya. Di sektor pertambangan, perseroan menerapkan inisiatif green mining dengan elektrifikasi armada operasional untuk efisiensi dan pengurangan emisi karbon.

Untuk panas bumi, DSSA mengembangkan portofolio lewat PT Daya Mas Bumi Sentosa, perusahaan patungan dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia. Portofolio ini memiliki potensi pengembangan hingga 440 MW yang tersebar di sejumlah wilayah prospektif di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah.

Pada segmen energi surya, DSSA mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal untuk memperkuat rantai pasok energi bersih.

Perusahaan menyebut ketiga inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen mendukung transisi energi dan target netral karbon Indonesia pada 2050.

Pencapaian dan Pernyataan Manajemen

Pada 2026, DSSA tercatat di peringkat ke-124 Fortune Southeast Asia 500 sebagai salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara, menurut keterangan pers yang diterbitkan perusahaan. Pencapaian ini disebut mencerminkan model bisnis yang terdiversifikasi dengan dua mesin pertumbuhan utama: energi berkelanjutan serta infrastruktur digital dan teknologi.

Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, mengatakan kinerja kuartal I 2026 mencerminkan ketangguhan fundamental perusahaan dalam menjaga momentum di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.

“Karena itu, DSSA akan terus mengembangkan investasi pada aset strategis, memperkuat kapabilitas teknologi, dan memperkuat kemitraan jangka panjang untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,”

Perusahaan menegaskan akan melanjutkan pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui investasi pada energi rendah karbon, konektivitas digital, pusat data, komputasi berbasis AI, dan teknologi lain.