Dokumen Ottoman Ungkap Kasus Orang Meninggal Kejatuhan Meteorit pada 1888

Smallest Font
Largest Font

Penemuan dokumen kuno berbahasa Ottoman lama mengonfirmasi adanya catatan sejarah pertama mengenai korban jiwa akibat kejatuhan meteorit. Peristiwa yang menewaskan satu orang tersebut terjadi pada 1888 silam di Sulaymaniah, wilayah Kurdistan, Irak, dilansir dari Detik iNET.

Tim peneliti menemukan bukti historis ini pada 2020 di Direktorat Jenderal Arsip Negara Kepresidenan Republik Turki. Catatan otentik itu tersusun dalam tiga surat resmi pemerintah yang mendeskripsikan peristiwa ledakan dari langit secara mendetail.

Dalam warkat tersebut dijelaskan, sebuah cahaya terang disertai asap melintas menuju Desa Dilaver di sisi timur Suleymaniyah pada 22 Agustus. Fenomena alam yang menghantam kawasan tersebut juga disaksikan langsung oleh penduduk dari desa terdekat, Horilmar.

"Meteorit berjatuhan selama sekitar sepuluh menit, seperti hujan," tulis laporan tersebut.

Dampak dari hujan batu angkasa itu terbukti sangat fatal bagi area pemukiman yang terdampak. Selain merusak tanaman warga, insiden ini merenggut nyawa serta menimbulkan korban luka.

"Akibat peristiwa ini, satu orang tewas dan yang lainnya terluka parah dan lumpuh," imbuhnya.

Meskipun spesimen batuan belum ditemukan, para peneliti meyakini validitas laporan tersebut. Dokumen tersebut diterbitkan langsung oleh otoritas lokal resmi pada masa tersebut hingga wazir agung, serta mengindikasikan adanya sampel yang dikirimkan ke pemerintah pusat.

"Peristiwa ini adalah laporan pertama yang menyatakan bahwa dampak meteor telah membunuh seorang pria dalam sejarah, dengan dukungan tiga manuskrip tertulis yang melaporkan peristiwa tersebut secara rinci, sejauh pengetahuan kami," jabar tim tersebut dalam kesimpulan mereka.

Peneliti optimistis kredibilitas naskah ini sangat tinggi karena berasal dari pejabat berwenang. Catatan serupa diduga masih banyak yang tersembunyi akibat kendala penerjemahan bahasa non-Inggris serta minimnya perhatian pada arsip sejarah.

"Karena dokumen-dokumen ini berasal dari sumber resmi pemerintah dan ditulis oleh otoritas setempat, bahkan oleh wazir agung sendiri, kami tidak memiliki kecurigaan tentang kebenarannya," tegas mereka.

Kasus korban jiwa akibat material luar angkasa sebenarnya sempat dilaporkan terjadi di India pada 2016. Kendati demikian, klaim tersebut tidak terbukti karena peneliti tak menemukan sisa meteorit dan menyimpulkan insiden dipicu oleh ledakan di darat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed