Deloitte Indonesia Galang Dana Rp170 JutaLewat Deloitte Runify 2026

Smallest Font
Largest Font

Deloitte Indonesia mengumpulkan dana sosial melebihi Rp170 juta melalui gelaran Deloitte Runify 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, dana tersebut dialokasikan untuk menyokong program pendidikan bagi para pelajar dari keluarga kurang mampu.

Ajang lari yang melintasi kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta ini diikuti oleh 600 peserta lebih, yang mencakup jajaran karyawan, mitra, klien, hingga anggota komunitas. Para peserta menempuh kategori jarak lari 5 kilometer dan 10 kilometer.

Hasil penjualan tiket dan donasi dalam kegiatan ini diintegrasikan ke dalam program inisiatif WorldClass Deloitte. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus pengembangan keterampilan bagi masyarakat luas.

Indonesia Leader sekaligus Presiden Direktur PT Deloitte Konsultan Indonesia Brian Indradjaja menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penggalangan dana dari partisipasi kolektif ini.

"Kami sangat bangga atas dampak yang dihasilkan Deloitte Runify bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Bersama-sama, kami membantu memperluas akses terhadap pendidikan bagi generasi muda Indonesia sekaligus membuka jalan menuju berbagai peluang di masa depan," kata Brian.

Deloitte Runify 2026 menjadi salah satu agenda dari Impact Month 2026 yang menggerakkan partisipasi kerelawanan karyawan. Sepanjang bulan pelaksanaan program, lima charity runners dari Deloitte menyelesaikan jarak tempuh sejauh 1.038 kilometer demi menggalang dukungan aksi sosial.

Selain aksi sosial, Deloitte menggandeng Jejakin untuk memperhitungkan jejak karbon dari operasional acara, mobilitas peserta, hingga transportasi. Emisi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut ditimbal balik melalui aksi penanaman pohon mangrove.

Penyelenggara juga mengusung konsep keberlanjutan lingkungan dengan mengumpulkan limbah elektronik dan limbah plastik yang diproses oleh Olah Plastic. Limbah olahan tersebut dimanfaatkan kembali menjadi medali finisher, instalasi seni, elemen panggung, dan dinding foto.

Sebanyak 50 karyawan turut berpartisipasi dalam lokakarya upcycling dengan merakit kembali keyboard komputer bekas menjadi aksesoris gantungan kunci guna mendukung konsep pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Growth Leader Deloitte Indonesia Balim menegaskan pentingnya implementasi tindakan nyata untuk menciptakan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah perangkat keras.

"Dengan memberikan kehidupan kedua bagi keyboard, plastik, dan limbah elektronik yang sudah tidak digunakan, kami tidak hanya mengurangi jumlah limbah, tetapi juga mendorong pola pikir mengenai konsumsi yang bertanggung jawab dan ekonomi sirkular," ujar Balim.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed