— Bisnis fashion berbasis daur ulang mendapat wajah baru lewat karya Adrie Basuki. Setelah 18 tahun berkarier di dunia korporat, Adrie memilih berhenti dan memusatkan energi pada inovasi tekstil berbahan limbah.

Produk andalannya adalah kain marmer, kain hasil olahan limbah tekstil yang kini menjadi andalan bisnisnya dan menyasar segmen konsumen korporasi. Sekitar 50% kliennya berasal dari kalangan korporasi.

Jejak Karier dan Inovasi Produk

Perjalanan Adrie diawali dari passion menggambar yang kemudian berkembang menjadi minat pada pengembangan material. Ide kain marmer muncul sebagai upaya memanfaatkan limbah wastra menjadi produk bernilai ekonomis.

Proses produksi kain marmer dikembangkan secara bertahap. Adrie juga mencatat kerja sama dengan merek internasional sebagai bagian dari strategi memperluas pasar.

Program Pemberdayaan di Kampung Perca

Di Bogor, Adrie mendirikan yang disebut Kampung Perca, sebuah inisiatif pelatihan dan produksi yang mempekerjakan ibu-ibu eks korban pinjaman online (pinjol). Aktivitas ini fokus pada keterampilan kerajinan kain dan pengolahan limbah tekstil.

Tujuan program adalah memberi alternatif mata pencaharian bagi peserta melalui produksi kerajinan berbasis kain daur ulang.

Strategi Pasar dan Harga

Adrie membahas segmen pasar produknya serta penetapan harga yang memungkinkan strategi bersaing, termasuk melawan produk asing di pasar lokal. Pembahasan juga mencakup perencanaan bisnis untuk pameran industri seperti GIIAS 2026.

Selain itu, ada penekanan pada pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM agar idealisme produksi berkelanjutan tidak mengorbankan keberlangsungan usaha.

Dukungan Kebijakan dan Kanal Penjualan

Pembicaraan menyentuh kebutuhan dukungan kebijakan pemerintah bagi UMKM serta keseimbangan menjaga idealisme usaha sambil mencapai target pendapatan.

Informasi juga disampaikan mengenai keberadaan toko offline dan kanal penjualan online, termasuk pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Ringkasan Wawancara

  • 00:00 Perkenalan Adrie Basuki
  • 01:00 Awal mula bisnis dari passion menggambar
  • 02:47 Ide kain marmer dari limbah wastra
  • 05:50 Proses produksi kain marmer
  • 09:53 Kolaborasi dengan Uniqlo
  • 14:20 Kampung Perca: memberdayakan korban pinjol
  • 21:10 Segmen pasar dan harga produk
  • 22:40 Strategi bersaing dengan produk fashion asing
  • 26:03 Rencana bisnis di GIIAS 2026
  • 27:51 Dukungan kebijakan pemerintah untuk UMKM
  • 30:04 Kunci menjaga idealisme tanpa mengorbankan cuan
  • 31:39 Pentingnya literasi keuangan bagi UMKM
  • 34:24 Info toko offline dan online
  • 36:37 Peran media sosial bagi bisnis fashion

Percakapan tersebut terekam dalam program yang mengangkat kisah pelaku ekonomi kreatif dan pelaku bisnis di Indonesia, menggambarkan langkah praktis mengubah limbah menjadi peluang usaha yang bernilai.