Penelitian Ungkap Dampak Jangka Panjang Karhutla pada Prestasi Akademik Anak

Smallest Font
Largest Font

Bencana kebakaran hutan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang pada pendidikan anak-anak. Studi di Australia mengungkap bahwa anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak parah memiliki penurunan performa akademik dibandingkan dengan yang terkena dampak ringan, seperti yang dilaporkan oleh Detikcom.

Penelitian tersebut, berjudul "Delayed disaster impacts on academic performance of primary school children" dan dipublikasikan pada 2019 dalam jurnal Child Development, menganalisis data 24.642 siswa sekolah dasar di Victoria yang terdampak kebakaran Black Saturday pada 2009.

Para peneliti membandingkan nilai tes membaca, menulis, mengeja, berhitung, dan tata bahasa dua serta empat tahun setelah kejadian. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai membaca dan berhitung dari kelas 3 ke kelas 5 lebih rendah pada sekolah yang terdampak parah. Namun, tidak ada dampak signifikan pada nilai menulis, mengeja, dan tata bahasa.

Faktor keluarga seperti tingkat pendidikan orang tua, kondisi bahasa dan budaya, serta struktur keluarga juga diperhitungkan. Peneliti menekankan bahwa trauma dan tekanan berkelanjutan di rumah dan lingkungan sekolah turut memengaruhi kemampuan belajar anak.

Selain itu, sebuah riset dari Stanford University pada 2022 menegaskan bahwa paparan asap karhutla berkontribusi pada penurunan skor tes nasional dalam pelajaran bahasa Inggris dan matematika. Studi ini menggunakan data dari hampir 11.700 distrik sekolah di Amerika Serikat selama delapan tahun.

Penelitian tersebut menemukan bahwa paparan asap selama jam sekolah memiliki dampak hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan di luar jam sekolah. Anak-anak usia kelas 3 hingga 5 paling terpengaruh, yang menurut penulis utama studi, Jeff Wen, disebabkan oleh sistem pernapasan mereka yang masih berkembang dan tingkat pernapasan yang lebih tinggi.

Efek asap ini tidak hanya mengganggu kognisi secara langsung, tetapi juga meningkatkan serangan asma yang menyebabkan ketidakhadiran di sekolah. Penelitian ini memperkuat bukti bahwa polusi udara berdampak negatif pada perkembangan kognitif anak.

Para penulis juga menyoroti hubungan antara hasil akademik dan potensi penghasilan di masa depan. Mereka memperkirakan paparan asap karhutla selama satu tahun pada siswa Amerika dapat menurunkan total penghasilan nasional hingga hampir 1,9 miliar dolar AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed