Investor Perlu Pahami Cara Kerja Buyback Emas Antam untuk Kelola Risiko

Smallest Font
Largest Font

Emas Antam masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam berinvestasi, namun penting memahami mekanisme buyback atau pembelian kembali sebelum menjual emas tersebut.

Harga buyback emas Antam biasanya lebih rendah dibandingkan harga jual, dengan selisih sekitar 10,3% atau Rp 269.000 per gram dari harga jual Rp 2.601.000 per gram, yang perlu diperhitungkan terutama bagi investor dengan modal terbatas.

Menurut Pluang, harga buyback adalah harga resmi yang dipakai PT Antam Tbk saat membeli kembali emas batangan bersertifikat dari pemiliknya. Harga ini berubah sesuai harga emas dunia dan nilai tukar rupiah pada hari transaksi.

Proses buyback mengharuskan pemeriksaan keaslian emas, nomor seri, dan sertifikat di gerai Antam atau mitra resmi. Harga yang diterima berdasarkan harga buyback pada hari penjualan, bukan harga beli awal.

Investor akan mengalami keuntungan atau kerugian berdasarkan selisih harga beli awal dan harga buyback saat pencairan. Harga jual Antam pada hari pencairan bukan patokan nilai yang diterima.

Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenai Pajak Penghasilan Pasal 22, dengan tarif 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari nilai transaksi.

Selain emas fisik, masyarakat yang belum memiliki modal besar dapat memilih investasi emas digital mulai dari Rp 10.000. Emas digital ini mengikuti harga emas Antam secara real time dan bisa dibeli melalui aplikasi dengan proses verifikasi elektronik.

Emas digital memungkinkan pembelian dengan denominasi kecil dan pencatatan digital yang didukung oleh emas fisik di vault berlisensi. Fitur Auto Invest juga tersedia untuk strategi pembelian berkala.

Investor dengan modal Rp 100.000 misalnya, belum bisa membeli emas batangan Antam karena harga pecahan terkecil 0,5 gram sekitar Rp 1,35 juta, tapi dapat memperoleh sekitar 0,038 gram emas digital.

Risiko investasi emas tetap ada karena harga dipengaruhi faktor global seperti pasar dunia, suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Selisih harga beli-jual (spread) sangat mempengaruhi hasil, terutama bila dijual dalam jangka pendek.

Emas lebih cocok sebagai penyeimbang portofolio investasi jangka panjang. Pemilihan antara emas fisik atau digital perlu disesuaikan dengan modal, tujuan investasi, durasi, dan kebutuhan likuiditas.

Informasi ini dikutip dari Investor Daily sebagai sumber terpercaya mengenai investasi emas Antam dan mekanisme buyback.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed