Cak Lontong Melayat ke Rumah Duka Komedian Temon

Smallest Font
Largest Font

Komedian Cak Lontong menghadiri rumah duka untuk melayat komedian Simson Rarameha Ngadang alias Temon di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/7/2026). Dilansir dari Detik Hot, kehadiran tersebut dipenuhi rasa terkejut karena sang sahabat berpulang secara mendadak.

"Ya saya turut berduka cita dan mengucapkan belasungkawa buat teman kami, Temon, yang sering kita kenal dengan Bang Temon. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," kata Cak Lontong, sahabat almarhum.

Rasa tidak percaya masih menyelimuti benak Cak Lontong karena ia baru mendengar kabar duka tersebut pada pagi hari.

"Memang kepergiannya mendadak karena baru tadi pagi kita dapat kabar. Kita mohon doanya dari teman-teman buat Bang Temon," ujar Cak Lontong.

Kondisi kesehatan Temon selama ini diketahui tidak menunjukkan adanya riwayat penyakit serius menurut sepengetahuan rekan kerjanya tersebut. Namun, pihak keluarga menceritakan adanya keluhan sakit pada dada sebelum Temon dilarikan ke rumah sakit.

"Saya sendiri sebenarnya malah nggak tahu beliau sakit apa. Cuma tadi cerita dari istrinya, tadi pagi ada gejala yang mengarah ke serangan jantung kayaknya ya. Karena sempat megang dada kirinya, terus kemudian dibawa ke rumah sakit, tapi mungkin Tuhan berkehendak lain jadi tidak bisa diselamatkan," tutur Cak Lontong.

Pertemuan terakhir antar keduanya berlangsung pada akhir Juni 2026 dalam sebuah acara seni di Jakarta Utara, di mana almarhum masih terlihat bugar.

"Terakhir ketemu akhir bulan Juni kemarin pas di Jakarta, pengisi acara di Ancol, di Pasar Seni Jakculture. Kebetulan Bang Temon juga ikut mengisi. Jadi itu pertemuan saya langsung terakhir dengan Bang Temon," kata Cak Lontong.

Hubungan pertemanan mereka sudah berjalan lebih dari dua puluh tahun semenjak Cak Lontong mulai berkarier di Jakarta.

"Seidk itu kita berteman karena dia juga sahabatnya Abdel. Jadi kita sering ketemu. Dulu saya, Abdel, Temon sering kumpul di rumahnya ini. Tahun 2004, 2005 itu sering ngobrol di sini kalau bikin ide-ide program," kenang Cak Lontong.

Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang jenaka baik saat bekerja maupun dalam pergaulan sehari-hari bersama rekan sejawatnya.

"Uniknya Bang Temon itu orangnya unik. Dia lucu bukan hanya ketika di panggung, tapi memang kesehariannya pun lucu. Jadi kita kalau kumpul sama dia itu nggak berasa karena kadang bercanda terus sama Temon, Abdel," ucap Cak Lontong.

Kepergian mendadak ini menyisakan kesedihan mendalam lantaran penampilan terakhir almarhum masih tampak sangat bersemangat.

"Ketemu terakhir pas di Pasar Seni Ancol Jakculture itu kita lihat dia masih perform di panggung, masih kelihatan sehat, masih semangat, masih lucu kayak biasanya. Jadi nggak nyangka aja kalau hari ini beliau meninggal," kata Cak Lontong.

Mengenai rumor tentang berkurangnya aktivitas pekerjaan almarhum, rekan kerjanya tersebut menegaskan tidak pernah mendengar keluhan serupa.

"Setahu saya ke saya sebagai teman juga dia nggak pernah mengeluh. Jadi buat saya ya fine-fine aja," ujar Cak Lontong.

Almarhum dinilai sebagai sosok yang selalu menyembunyikan masalah kesehatan maupun kesedihannya dari hadapan para sahabat.

"Kalau ketemu itu sudah bercanda aja bawaannya. Kayaknya dia orang yang nggak pengen terlihat sakit di depan temannya. Jadi saya nggak tahu kalau Bang Temon ada masalah dengan jantungnya," kata Cak Lontong.

Pihak kerabat mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta masa depan yang baik bagi anak-anak almarhum.

"Mudah-mudahan sabar, kuat, tabah. Mudah-mudahan anak-anak Temon juga sukses dalam kehidupan mereka," pungkas Cak Lontong.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed