BYD Klaim Teknologi Dual Mode 50 Hemat Bahan Bakar

Smallest Font
Largest Font

PT BYD Motor Indonesia mengklaim teknologi Dual Mode generasi kelima mampu mencatatkan efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter di ajang GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Sistem penggerak ini mengutamakan penggunaan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, sedangkan mesin bensin bertindak sebagai penopang energi. Efisiensi tersebut dicapai melalui perpaduan sistem hybrid pintar, motor listrik berkinerja tinggi, serta manajemen energi otomatis.

"DM bekerja dengan dua kondisi utama, yaitu EV mode dan HEV mode. Dalam skenario berkendara nyata, sekitar 80% penggunaan kendaraan berada pada mode EV," kata Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Dominasi mode listrik memungkinkan kendaraan melaju menggunakan tenaga baterai secara optimal. Mesin pembakaran internal baru akan aktif ketika sistem membutuhkan tambahan daya atau melakukan pengisian ulang energi.

Pengujian internal pada kendaraan bermesin 1,5 liter menunjukkan biaya energi teknologi ini jauh lebih murah dibanding mobil bensin konvensional. Menggunakan pengisian daya di rumah, biaya operasional tercatat sekitar Rp150 per kilometer, sementara mobil bensin mencapai Rp920 per kilometer.

"Dengan fuel consumption 1 banding 65, kita bisa mendapatkan penghematan 60% hingga 66% untuk biaya harian," ujar Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Pengujian langsung bersama awak media di beberapa kota di Indonesia bahkan mencatatkan angka efisiensi melebihi 65 kilometer per liter, dengan capaian tertinggi menyentuh 144 kilometer per liter.

Teknologi ini juga dirancang untuk mempertahankan karakteristik kendaraan listrik dengan akselerasi instan. Manajemen daya secara otomatis menyesuaikan kebutuhan berkendara tanpa memerlukan pengaturan manual dari pengemudi.

"DM akan membaca sendiri kapan membutuhkan EV, kapan membutuhkan hybrid, rangkaian seri, paralel, atau direct drive. Konsumen tidak perlu mengatur secara manual," jelas Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Selain efisiensi bahan bakar, pemeliharaan berkala kendaraan dengan teknologi ini cukup dilakukan satu tahun sekali, berbeda dengan kendaraan konvensional yang umumnya membutuhkan perawatan setiap enam bulan.

"Secara kumulatif selama tiga tahun, efisiensi biaya maintenance bisa mencapai 34%," katanya Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed