AchmadNurHidayat.ID — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah memantul dari area permintaan kuat pada level 126–136. Menurut BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), pergerakan harga mulai membentuk struktur higher low, yang menandakan meredanya tekanan jual.
Broker itu mencatat, selama harga bertahan di atas area support tersebut, peluang melanjutkan fase pemulihan menuju rentang 148–160 masih terbuka. Pernyataan itu disampaikan dalam catatan pasar pada Senin (6/7/2026).
Pada sesi II perdagangan hari yang sama, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini tercatat stagnan di level Rp 139.
BRIDS menambahkan analisis teknikal bahwa indikator MACD mulai menunjukkan perbaikan, ditandai menyusutnya histogram yang berpotensi membentuk bullish crossover. “MACD mulai menunjukkan perbaikan dengan histogram yang mengecil dan berpotensi membentuk bullish crossover, menandakan momentum bearish mulai melemah,” tulis BRIDS.
Rincian level teknikal yang diberikan BRIDS menempatkan support pada 126–136 dan resistance awal di 148, dengan target lanjutan di 160. Level stoploss direkomendasikan di bawah 126.
Perkembangan Operasional Mt. Carlton
Bumi Resources melaporkan kemajuan operasional pada entitas Wolfram Limited di proyek Mt. Carlton. Peresmian pengoperasian kembali proyek tersebut oleh Menteri Pertambangan Queensland, (The Hon.) Dale Last MP, pada 30 Juni 2026 disebut menandai tonggak penting dalam upaya menghidupkan kembali aset emas, perak, dan tembaga di kawasan itu.
Perusahaan menyatakan pengoperasian kembali proyek telah menciptakan sekitar 300 lapangan kerja di bidang geologi, teknik, pengolahan, dan administrasi, serta memberikan kontribusi ekonomi bagi Townsville dan Queensland Utara. “Kehadiran Menteri Pertambangan Queensland tersebut juga mencerminkan semakin diakuinya Bumi Resources sebagai salah satu kontributor penting bagi sektor sumber daya alam Queensland dan agenda pembangunan ekonomi yang lebih luas,” kata manajemen Bumi Resources.
Kegiatan penambangan terbuka (open pit mining) di Mt. Carlton telah berlangsung sejak April 2026 dan mulai menghasilkan pendapatan sesuai target. Selain itu, perusahaan melaporkan dimulainya kegiatan penambangan bawah tanah (underground mining) di area A39 yang memiliki potensi ore berkadar lebih tinggi.
Sejak April 2026, operasi open pit (V2 area) menjadi pendorong produksi utama, dengan ore yang diproses di lokasi. Konsentrat yang dihasilkan dikirimkan kepada Glencore berdasarkan perjanjian offtake selama tujuh tahun.
Manajemen Bumi Resources menyebut V2 memiliki average head grade sekitar 2 gram per ton dan kapasitas pengolahan stabil 40.000–50.000 ton ore per bulan. “V2 memberikan landasan produksi yang kuat untuk mendukung kinerja operasi dalam jangka pendek hingga menengah,” pungkas manajemen.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
