Bono Tepis Penalti Mbappe pada Perempat Final Piala Dunia
Kiper tim nasional Maroko, Bono, menggagalkan eksekusi penalti kapten Prancis, Kylian Mbappe, dalam laga perempat final Piala Dunia pada Kamis (9/7/2026). Penyelamatan krusial tersebut menjaga kedudukan kedua tim tetap imbang tanpa gol hingga akhir babak pertama. Dilansir dari laporan Independent dan OneFootball, jalannya paruh pertama pertandingan sepenuhnya berada di bawah kendali skuad Les Bleus.
Tim nasional Prancis secara konsisten menekan pertahanan lawan dan menguasai setengah area lapangan permainan sepanjang paruh pertama. Prancis mendapatkan peluang emas untuk membuka keunggulan melalui titik putih pada menit ke-28 setelah Mbappe dijatuhkan oleh bek Manchester United, Noussair Mazraoui. Penyerang Prancis itu sempat dipaksa menunggu selama tiga menit sebelum diizinkan melakukan eksekusi.
Saat tendangan dilepaskan, Bono dengan sigap melompat untuk menghalau bola guna mengamankan gawangnya dari kebobolan. Aksi penyelamatan ini berhasil mempertahankan stabilitas mental para pemain Maroko di tengah gempuran ketat dari lini serang Prancis.
Keberhasilan menepis tendangan Mbappe memperpanjang catatan luar biasa Bono yang kini telah menggagalkan tujuh dari sembilan penalti di sepanjang keikutsertaannya dalam Piala Dunia. Rekor tersebut mencakup eksekusi selama waktu normal maupun dalam babak adu penalti. Penjaga gawang andalan Singa Atlas ini sebelumnya juga tampil gemilang saat membawa Maroko memenangi babak adu penalti melawan Spanyol pada Piala Dunia 2022. Pada edisi turnamen tahun 2026, ia kembali menjadi aktor utama dalam kemenangan adu penalti atas Belanda di babak 32 besar.
Gempuran Prancis tidak berhenti pada penalti tersebut karena Ousmane Dembele sempat mengancam lewat sundulan yang melambung tinggi. Selain itu, gelandang Prancis Desire Doue juga melepaskan tembakan tepat sasaran, serta sebuah tendangan jarak jauh Prancis yang membentur mistar gawang pada masa injury time. Sistem pertahanan blok rendah yang diterapkan Maroko memaksa mereka bermain defensif dan membuat penyerang seperti Achraf Hakimi serta Brahim Diaz terisolasi di depan. Pertandingan babak kedua menjadi ujian besar bagi pelatih Didier Deschamps untuk mencari variasi serangan baru guna membongkar lini belakang Maroko yang semakin percaya diri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow