BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Enam Provinsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas dan beberapa provinsi lain untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dilansir dari Investor Daily.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC menghadapi kendala karena pertumbuhan awan hujan diperkirakan menurun hingga akhir Agustus 2026. Namun, operasi akan dilakukan ulang saat ada pertumbuhan awan hujan.
"Operasi OMC semuanya sudah dilakukan di enam provinsi prioritas dan provinsi-provinsi lainnya. Masalahnya sampai dengan akhir Agustus itu pertumbuhan awan hujannya berkurang. Sekarang tadi dari BMKG mengatakan mudah-mudahan nanti sebelum tanggal 18 ada," ujar Suharyanto usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Jakarta Pusat.
Suharyanto menjelaskan pesawat untuk OMC sudah disiagakan tetapi tidak bisa beroperasi tanpa adanya awan yang dapat dipicu menjadi hujan.
"Setiap ada pertumbuhan awan hujan kita akan segera laksanakan kembali. Pesawatnya sudah standby terus di daerah. Tidak bisa keluar hujannya kalau awannya tidak ada," katanya.
Kepala BNPB juga menuturkan bahwa saat cuaca sangat panas tanpa awan hujan, operasi darat menjadi cara paling efektif menangani karhutla.
Menurut Suharyanto, kapasitas air yang diangkut helikopter water bombing terbatas, sekitar empat ton per helikopter, yang belum cukup untuk memadamkan kebakaran lahan gambut secara total.
"Kalau tiga water bombing bekerja sama-sama, berarti air yang dijatuhkan kepada api hanya 12 ton. 12 ton itu kalau lahan gambut paling bisa memadamkan 10 meter persegi dan itu tidak padam total, karena kan masih menyala, harus terus disemprot oleh pasukan darat. Kecuali kalau seperti di Bromo, di NTT, lahannya mineral, begitu disiram sekali langsung mati," terangnya.
Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui operasi udara seperti OMC dan water bombing serta penanganan langsung oleh personel di lapangan secara terpadu untuk mencegah meluasnya kebakaran dan mempercepat pemadaman di wilayah terdampak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow