BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi pada Minggu (2/8/2026) hingga Selasa (4/8/2026), kendati telah memasuki musim kemarau.
Kondisi atmosfer khusus memicu hujan sedang hingga lebat secara lokal. Pemantauan periode 27–29 Juli 2026 mencatat curah hujan tertinggi di Sumatera Barat sebesar 126 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari, Aceh 83,5 mm per hari, dan Jawa Barat 53,4 mm per hari.
Aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, anomali OLR negatif, serta Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik utara Papua Barat membentuk konvergensi dan konfluensi yang mendukung pembentukan awan hujan serta meningkatkan kecepatan angin permukaan.
"Hujan tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang memengaruhi sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah," tulis BMKG dalam keterangannya.
Potensi cuaca ekstrem mencakup hujan lebat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Senin (3/8/2026). Angin kencang berpeluang menerjang Aceh, Bali, Jawa Timur, Maluku, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Padang, kemudian potensi hujan ringan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pontianak, dan Tanjung Selor," kata prakirawan BMKG Bintari A. dalam siaran prakiraan cuaca.
Kawasan timur Indonesia diprakirakan mengalami hujan ringan di Mamuju, Palu, dan Nabire. Sementara itu, daerah lainnya cenderung cerah berawan hingga berawan tebal, disertai potensi udara kabur serta asap atau kabut di beberapa titik.
"Untuk bagian timur Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan ringan di Mamuju, Palu, dan Nabire," ujar Bintari.
Selain peringatan darat, BMKG memperingatkan ancaman gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur pada 2-5 Agustus 2026 akibat pola angin berkecepatan 10-32 knot.
"Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan NTT pada Minggu (2/8) hingga Rabu (5/8)," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga.
Di sisi lain, BMKG mengimbau pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menyusun rencana penggunaan air secara terukur guna menghadapi lonjakan beban listrik selama fenomena El Nino.
"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi, sehingga informasi iklim ini sangat digunakan untuk menentukan langkah-langkah antisipasinya," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow