BEI Pantau Saham TEBE PACK BDKR dan FUJI Akibat Transaksi Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat saham emiten, yakni PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), dan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) ke dalam radar pengawasan Unusual Market Activity (UMA) akibat peningkatan harga dan pola transaksi yang tidak wajar hingga Senin (24/8/2026). Otoritas bursa menetapkan status pengawasan tersebut setelah mencermati lonjakan harga yang signifikan pada masing-masing emiten, di mana saham TEBE sempat melesat 70 persen dalam sepekan hingga menyentuh Rp1.750 per lembar dengan kapitalisasi pasar Rp2,25 triliun. Sementara itu, saham PACK mencatatkan kenaikan 64,96 persen dalam sebulan dan saham FUJI melonjak 82 persen dalam periode bulanan. Manajemen BEI menegaskan bahwa pengumuman status UMA ini dilakukan demi melindungi investor dan tidak otomatis menandakan adanya pelanggaran regulasi di pasar modal.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujar Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.
BEI mengimbau para investor untuk terus mencermati keterbukaan informasi, memperhatikan respons perseroan atas konfirmasi bursa, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten yang belum mendapatkan persetujuan RUPS sebelum mengambil keputusan investasi.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI.
Pada perdagangan intraday Senin (24/8/2026), pergerakan harga saham emiten yang dipantau memperlihatkan hasil bervariasi.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BDKR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Saham PACK terpantau menguat 5,70 persen ke level Rp408 per lembar, sedangkan BDKR melemah ke level Rp158 dan FUJI turun ke Rp352 per lembar.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis BEI.
Hingga saat ini BEI masih terus memantau perkembangan pola transaksi keempat saham emiten tersebut secara intensif.
"Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," demikian imbauan BEI kepada investor.
Struktur kepemilikan saham TEBE saat ini didominasi oleh PT Dua Samudera Perkasa milik Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam sebesar 76,91 persen, sementara investor publik memegang 23,08 persen saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow