BCA Cetak Laba Bersih Rp 14,7 Triliun Kuartal I-2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 3,8 persen secara tahunan (yoy) dan kuartalan (qoq). Hasil kinerja keuangan yang tangguh dari emiten perbankan swasta tersebut dilansir dari Investor Daily pada Jumat (17/7/2026).

Pencapaian laba bersih emiten bersandi BBCA ini didorong oleh kenaikan pendapatan non-bunga serta pengelolaan pengeluaran operasional yang ketat. Kinerja positif tersebut tetap terjaga di tengah penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan menjadi 5,4 persen.

Sektor pembiayaan perusahaan mencatatkan total penyaluran kredit sebesar Rp 993,8 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen yoy dan 0,1 persen qoq. Segmen kredit korporasi, komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi penopang utama meskipun laju pertumbuhan kredit secara umum melambat.

Kondisi likuiditas perseroan juga dilaporkan masih kokoh melalui penghimpunan dana murah. Nilai dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat menyentuh angka Rp 1.089 triliun, meningkat sebesar 11,2 persen secara yoy.

"Ini memperkuat keunggulan BBCA dalam memperoleh sumber pendanaan berbiaya rendah," tulis Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Manajemen risiko perseroan dinilai tetap terjaga di tengah pergerakan rasio keuangan terbarunya. Rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (gross NPL) berada di posisi 1,8 persen dengan loan at risk (LAR) menyentuh level 5,1 persen, sedangkan biaya kredit atau cost of credit (CoC) naik ke posisi 0,6 persen.

"Itu mencerminkan sikap BBCA yang lebih berhati-hati dalam mengantisipasi potensi risiko kredit," jelas Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 8.075 untuk 12 bulan ke depan. Target harga ini menggunakan proyeksi P/BV 2026 sebesar 3,3 kali, sedikit di bawah rata-rata P/BV tiga tahun terakhir sebesar 3,4 kali, dengan beberapa risiko utama seperti tekanan NIM yang berkepanjangan dan perlambatan ekonomi makro.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed