Bayer Leverkusen Tantang SV Wehen Wiesbaden pada Putaran Pertama DFB Pokal
Klub Bundesliga Bayer Leverkusen dijadwalkan bertandang ke markas tim kasta ketiga SV Wehen Wiesbaden dalam laga putaran pertama DFB Pokal di BRITA Arena, Wiesbaden, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 13.00 waktu setempat.
Pertandingan ini menjadi pertemuan resmi perdana bagi kedua tim sepanjang sejarah. Pihak penyelenggara di BRITA Arena mengonfirmasi ketersediaan stasiun air minum gratis bagi penonton, pembukaan pintu stadion dua jam sebelum peluit pertama, serta imbauan penggunaan transportasi umum RMV akibat pembatasan parkir dan penutupan sebagian jalan Berliner Strasse.
Pelatih SV Wehen Wiesbaden, Daniel Scherning, secara terbuka mengakui ketimpangan kualitas serta nilai skuat menjelang bentrokan melawan tim papan atas tersebut.
"Setiap pemain yang akan berada di starting line-up Leverkusen bernilai lebih tinggi dari keseluruhan skuat kami. Kami adalah underdog yang jelas. Ini adalah tantangan yang sangat berat bagi kami," kata Daniel Scherning, pelatih SV Wehen Wiesbaden.
Meski Wehen Wiesbaden sedang berada dalam tren negatif setelah menelan dua kekalahan beruntun di Liga 3 melawan Preussen Muenster dan Wuerzburger Kickers, Scherning menegaskan bahwa peluang untuk menciptakan kejutan tetap terbuka lebar.
"Ini adalah satu pertandingan, satu hari. Saya sangat percaya bahwa dalam pertandingan seperti ini segalanya selalu mungkin," kata Daniel Scherning, pelatih SV Wehen Wiesbaden.
Tuan rumah dipastikan tampil tanpa bek Philipp Hercher yang mengalami masalah otot ringan, sehingga Ben Nink, Simon Stehle, atau Robin Kalem disiapkan sebagai opsi pengganti dalam potensi perubahan skema ke formasi empat bek.
"Kami menantikan kompetisi yang berbeda ini. Dan saya senang kami akan memainkan peran yang berbeda. Sekarang kami memiliki momen ini melawan tim papan atas internasional yang bisa kami nikmati. Karena tidak sering kami mendapatkan kesempatan untuk mengukur diri dengan yang terbaik di negara ini," kata Daniel Scherning, pelatih SV Wehen Wiesbaden.
Sikap optimistis juga disampaikan oleh gelandang Wehen Wiesbaden, Tarik Goezuesirin, yang menilai timnya dapat tampil tanpa beban menghadapi lawan berat.
"Antusiasme menyambut pertandingan ini sangat besar. Tim sangat bersemangat dan tahu bahwa laga seperti ini bisa melepaskan energi ekstra," kata Tarik Goezuesirin, gelandang SV Wehen Wiesbaden.
Pemain yang pernah merasakan perlawanan sengit saat menghadapi Bayern Muenchen dan Mainz di ajang cup musim-musim sebelumnya itu menambahkan bahwa seluruh pemain siap memberikan penampilan maksimal.
"Pada dasarnya kami tidak rugi apa pun dan bisa tampil all-out," kata Tarik Goezuesirin, gelandang SV Wehen Wiesbaden.
Dukungan moral turut mengalir dari mantan penyerang Wehen Wiesbaden, Ronny Koenig, yang pernah membawa klub tersebut melangkah hingga babak perempat final DFB Pokal pada musim 2008/2009.
"Saat itu kami adalah favorit. Melawan tim dari kasta lebih rendah, selalu penting untuk tidak kebobolan terlebih dahulu dan mencetak gol seawal mungkin. Dengan begitu Anda mencegah tim lawan membangun euforia piala. Anda harus mencabut gigi mereka sejak awal," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
Koenig menekankan bahwa karakteristik unik babak gugur membuat laga ini menjadi kesempatan emas bagi tim non-unggulan untuk membalikkan prediksi.
"DFB Pokal sangat spesial karena dalam 90 atau 120 menit segala hal mungkin terjadi. Dalam sepuluh pertandingan, tim favorit memenangkannya sembilan kali. Namun di piala selalu ada satu pertandingan di mana tim underdog menciptakan kejutan. Itulah yang menentukan kompetisi ini," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
Mengenang momen krusial saat mencetak gol penentu kemenangan ke gawang Alemannia Aachen di putaran kedua musim 2008/2009, Koenig mengingat jelas proses terciptanya gol tersebut.
"Saya sebenarnya masih ingat momen itu dengan sangat baik. Sebelumnya saya tidak mencetak gol dalam waktu lama di liga meskipun punya beberapa peluang, tetapi bola tidak mau masuk. Di piala itu gol yang relatif mudah, tetapi sangat penting.
Bakari Diakite memberi umpan silang dan saya hanya perlu menyundul bola dari jarak tiga meter. Bagi saya pribadi sangat menyenangkan bisa mencetak gol lagi setelah sekian lama," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
Ia juga mengingat keberhasilan timnya menumbangkan Karlsruher SC pada babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir tipis dari Hamburger SV.
"Gol itu tentu sangat penting dan meninggalkan perasaan luar biasa, terutama karena itu adalah sensasi nyata. Kami saat itu berada di papan bawah kasta kedua. Oleh karena itu tidak ada yang benar-benar menjagokan kami.
Namun kami percaya pada diri sendiri dan memanfaatkan peluang. Itu berhasil di piala," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
Menghadapi Leverkusen yang datang dengan modal enam kemenangan dari tujuh laga uji coba pra-musim, Koenig meminta para pemain mantan klubnya untuk bertanding tanpa rasa takut.
"Sangat penting untuk tidak memiliki rasa takut. Terutama di putaran pertama, bisa menjadi keuntungan jika Anda sudah berada dalam ritme liga sementara lawan baru memainkan laga resmi pertamanya. Tim favorit harus menemukan posisinya terlebih dahulu.
Setelah dua laga liga pertama yang kurang bagus, laga piala ini mungkin justru momen yang tepat. Anda tidak rugi apa pun," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
Sebagai penutup, Koenig memberikan pesan penyemangat bagi skuat Wehen Wiesbaden jelang laga krusial di BRITA Arena tersebut.
"Bermain berani ke depan dan percaya pada peluang sendiri. Dalam 90 atau mungkin 120 menit segalanya mungkin terjadi, bahkan melawan tim Bundesliga," kata Ronny Koenig, mantan penyerang SV Wehen Wiesbaden.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow