Bayan Resources dan Pradiksi Gunatama Bantah Rumor Akuisisi Saham

Smallest Font
Largest Font

Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kompak menepis spekulasi pasar terkait rumor akuisisi 62 persen saham BYAN senilai 5,5 miliar dolar AS oleh Haji Isam pada Kamis (20/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Isu akuisisi oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang menjabat sebagai ultimate beneficial owner (UBO) PGUN tersebut sempat mendorong lonjakan harga saham BYAN serta sejumlah emiten terafiliasi, seperti PGUN, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Pada penutupan perdagangan Kamis (20/8/2026), saham PGUN tercatat melonjak 15,29 persen ke level 9.800, saham JARR melejit 24,79 persen ke posisi 2.970, dan saham FAST menguat 8,85 persen ke level 492. Aktivitas transaksi di bursa tetap tinggi dengan nilai perdagangan saham JARR mencapai Rp80,86 miliar dan FAST sebesar Rp102,37 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa perseroan tidak memiliki informasi terkait aktivitas transaksi pemegang saham tertentu dan tidak berencana melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.

"Berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, saat ini pemegang saham utama tidak melakukan transaksi apa pun terkait kepemilikan saham di perseroan," jelas Jenny dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Kendati demikian, pihak manajemen menyebutkan bahwa pemegang saham utama tetap memiliki keleluasaan dalam mengelola portofolio investasi mereka di perseroan.

"Meski demikian, pemegang saham utama sebagai investor dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan," ungkap Jenny. Dari pihak pengelola PGUN, perseroan juga memberikan pernyataan resmi mengenai isu pembelian saham perusahaan tambang batu bara tersebut.

Direktur PGUN, Tamlikho, mengaku tidak mengetahui rencana akuisisi tersebut dan menegaskan bahwa PGUN maupun grup usaha belum memiliki agenda untuk mencaplok saham BYAN. "Hingga saat ini, tidak terdapat rencana mengakuisisi saham BYAN sehingga perseroan tidak berencana menerbitkan keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi," ungkap Tamlikho. Tamlikho menambahkan bahwa pergerakan positif harga saham PGUN belakangan ini lebih disebabkan oleh faktor kinerja internal, laporan keuangan, serta pemberitaan media. Meski demikian, laporan keuangan semester I-2026 menyoroti penurunan penjualan bersih PGUN menjadi Rp304,9 miliar dari sebelumnya Rp385,1 miliar, yang menekan laba bersih berjalan menjadi Rp44,5 miliar dari Rp83,5 miliar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed