Banjir Melumpuhkan Kota Padang Terjang 15 Titik Lokasi
Hujan deras berdurasi lama memicu banjir besar yang melumpuhkan berbagai wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026) sore, merendam permukiman warga serta melumpuhkan akses jalan utama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat merilis data yang mencatat sedikitnya 15 titik banjir tersebar di Kota Padang, dengan lima lokasi di antaranya membutuhkan proses evakuasi mendesak oleh petugas gabungan. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter di kawasan Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Kuranji, sementara genangan air setinggi paha melumpuhkan Jalan Arai Pinang di Kecamatan Lubuk Begalung dan menghentikan aktivitas ekonomi setempat.
Lokasi evakuasi meliputi Lubuk Minturun, Sungai Lareh, Pasa Lalang, Lapau Munggu, dan Gunuang Sariak, sementara titik terdampak lain mencakup komplek perumahan, kawasan rumah sakit, hingga area sekolah.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan bahwa tim penyelemat harus menerjang genangan air menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi para siswa dan guru SMP serta SMA PMT Prof Dr Hamka di Air Pacah yang terjebak di dalam lingkungan sekolah. Banjir mengakibatkan sejumlah guru dan murid tidak bisa pulang atau keluar dari lingkungan sekolah, sehingga kami lakukan evakuasi, kata Abdul Malik, Kepala Kantor SAR Padang.
Tim SAR Padang terus menyisir berbagai titik lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan emergency. Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengimbau warga yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Guo dan Batang Kuranji agar segera mengungsi mandiri mengingat ancaman meluapnya air bah dan hanyutnya gelondongan kayu besar.
Warga diminta menjauh dari aliran sungai dan tetap tenang. Petugas sudah berada di lapangan, kata Hendri Zulviton, Kepala BPBD Kota Padang. Selain banjir, longsor dan gelombang air bah galodo juga menghantam kawasan Gunung Sarik dan Bukik Rumah Tigo, menambah tingkat kerentanan bencana di wilayah perbukitan tersebut. Seorang pemilik toko di Jalan Arai Pinang mengungkapkan kekecewaannya terkait buruknya sistem drainase lokal yang selalu memicu genangan berulang setiap kali curah hujan meningkat tinggi.
Kalau hujannya deras, biasanya memang begini. Air cepat naik dan jalan langsung tidak bisa dilewati, ujar pemilik toko di kawasan Jalan Arai Pinang.
Ia menambahkan bahwa ketiadaan saluran pembuangan air yang memadai membuat air menggenang dalam waktu yang cukup lama. Di sini memang tidak ada saluran pembuangan air yang memadai. Akibatnya air menggenang dan lama surut, kata pemilik toko di kawasan Jalan Arai Pinang. Berdasarkan analisis Stasiun BMKG Minangkabau melalui Koordinator Bidang Informasi Yudha Nugraha, pergerakan angin memicu kelembapan udara tinggi dan potensi hujan sedang hingga lebat di pesisir barat Sumatera Barat.
Diperkirakan di beberapa wilayah seperti Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Mentawai hingga Pesisir Selatan memang ada pergerakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, kata Yudha Nugraha, Koordinator Bidang Informasi Stasiun BMKG Minangkabau.
BMKG memprediksi kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung cukup lama di beberapa kawasan terdampak. Diperkirakan curah hujan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 3 jam di beberapa wilayah tersebut, ujar Yudha Nugraha, Koordinator Bidang Informasi Stasiun BMKG Minangkabau.
Puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada hari tersebut dan berpotensi berlanjut hingga tiga hari ke depan dengan intensitas yang berangsur menurun. Diperkirakan puncaknya hari ini dan akan berlangsung hingga 3 hari ke depan dengan intensitas yang kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan dengan hari ini, kata Yudha Nugraha, Koordinator Bidang Informasi Stasiun BMKG Minangkabau.
Masyarakat di daerah rawan genangan dan tanah labil diminta tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi bahaya banjir susulan maupun tanah longsor. Keadaan ini memungkinkan terjadinya genangan atau bisa saja terjadi banjir. Kami meminta masyarakat agar lebih berhati-hati, ujar Yudha Nugraha, Koordinator Bidang Informasi Stasiun BMKG Minangkabau. Petugas BPBD dan SAR Padang hingga kini masih disiagakan penuh di seluruh titik bencana untuk memantau perkembangan debit air sungai serta membantu pemulihan kondisi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow