Dokter Peringatkan Bahaya Rokok Elektrik Mengandung Narkotika Etomidate
Para ahli kesehatan memperingatkan risiko serius penggunaan rokok elektrik bagi organ vital, terutama setelah ditemukannya kandungan zat narkotika jenis etomidate dalam cairan vape yang diselundupkan dari Malaysia, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa rokok elektrik secara umum sudah membawa dampak buruk bagi kesehatan kardiovaskular, janin, serta perkembangan otak remaja karena kandungan nikotin dan bahan toksiknya.
"WHO menyatakan bahwa vape sendiri sudah berdampak buruk bagi kesehatan, karena mengandung nikotin, bahan toksik, dan bahan perasa (flavor). Bahkan jenis yang disebut tidak ada nikotinnya ternyata ada juga mengandung nikotin," kata ahli paru Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis.
Penambahan zat anestetik adiktif etomidate ke dalam cairan vape dinilai semakin meningkatkan ancaman keselamatan penggunanya. Pengisapan zat tersebut ke paru-paru berpotensi memicu kegagalan fungsi organ vital, gangguan kesadaran, kebingungan, tremor, hingga hilangnya kestabilan gaya berjalan.
"Apalagi kalau di dalam rokok elektrik ada tambahan narkotik seperti etomidate maka tentu bahayanya bagi kesehatan akan jadi makin besar lagi," ujar Prof Tjandra.
Dampak buruk penggunaan rokok elektrik juga disuarakan oleh kalangan spesialis jantung. Penggunaan vape berisiko merusak dinding pembuluh darah akibat paparan zat berbahaya yang masuk ke dalam sistem peredaran darah.
"Akibatnya pembuluh darah yang tadinya licin, jadinya mudah ditempeli oleh kolesterol, lemak-lemak, yang akhirnya terjadi penyempitan," kata Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Daniel Tanubudi, Sp.JP, FIHA.
Kondisi penyempitan pembuluh koroner tersebut memiliki tingkat risiko yang serupa dengan kebiasaan merokok konvensional. Penimbunan plak lemak dipicu oleh masuknya asap dan berbagai zat kimia ke dalam tubuh.
"Kita tidak tahu ada efek apa atau ada zat apa di dalam kandungan rokok elektroniknya itu. Walaupun mungkin produsen klaimnya ini sehat, enggak ada apa-apa, tetapi tetap ada asap yang masuk itu," katanya.
Ancaman bahaya laten tersebut mendorong munculnya desakan agar regulasi terkait peredaran dan penggunaan rokok elektronik di Indonesia diperketat, mengacu pada langkah tegas yang telah diterapkan oleh Pemerintah Singapura serta puluhan negara lainnya di dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow