AWS Tegaskan Data Pelanggan Tidak Digunakan untuk Latih Model AI
Kekhawatiran terkait keamanan data menjadi kendala utama adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif oleh perusahaan. Banyak pihak ragu menggunakan AI karena takut data yang dimasukkan digunakan untuk melatih model AI lain.
Menanggapi hal ini, Amazon Web Services (AWS) memastikan bahwa data pelanggan yang diproses melalui layanan AI di platform mereka tidak digunakan untuk melatih model AI. Pernyataan ini disampaikan oleh Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia, dalam sesi media di AWS Summit Jakarta, Kamis (6/8/2026), di Ritz Carlton, Pacific Place.
"Semua data yang dilempar ke situ, itu tidak digunakan kembali oleh penyedia model untuk melakukan training," ujar Anthony Amni.
Anthony menjelaskan pendekatan ini memungkinkan pelanggan memanfaatkan beragam model AI tanpa khawatir data internal mereka dipakai untuk meningkatkan model AI penyedia layanan.
Selain itu, AWS menerapkan model tanggung jawab bersama (shared responsibility) di mana AWS menjaga keamanan infrastruktur cloud, sedangkan pelanggan bertanggung jawab atas aplikasi dan data yang mereka kelola di atas layanan tersebut.
"Kami juga memiliki tim khusus, termasuk solution architect yang memimpin security. Jadi ketika kita melakukan implementasi di setiap customer, itu kami datang dari best practice," tambah Anthony.
Anthony menegaskan seluruh layanan yang dijalankan pelanggan di wilayah Asia Pasifik AWS di Jakarta secara default tetap berada di Indonesia.
"Semua yang customer kami jalankan di atas AWS di Jakarta, itu by default, setidaknya di Indonesia. Bagi kami, security is job zero," tutup Anthony.
Informasi ini dilansir dari Detik iNET.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow