Atlético MG Menghadapi Red Bull Bragantino pada Leg Kedua Sul Americana
Atlético Mineiro bertanding melawan Red Bull Bragantino pada laga leg kedua babak 16 besar Copa Sul-Americana di Arena MRV, Belo Horizonte, Rabu (19/8/2026) malam. Tuan rumah unggul agregat 1-0 berkat kemenangan pada pertemuan pertama.
Pelatih Atlético Mineiro Eduardo Domínguez merombak susunan pemain inti dengan menurunkan Bernard menggantikan Igor Gomes yang mengalami cedera. Di lini depan, Reinier tampil menggantikan Mateo Cassierra, sementara Natanael kembali mengisi posisi bek kanan menggeser Ángelo Preciado, dan Maycon masuk menggantikan Mamady Cissé.
Badai cedera menghantam skuat Atlético Mineiro yang harus tampil tanpa Lyanco, Léo Duarte, Igor Gomes, Gustavo Scarpa, dan Hendel Índio. Di sisi lain, penyerang Cuello dipastikan bakal absen pada laga perempat final jika klubnya lolos setelah menerima kartu kuning ketiga akibat pelanggaran di babak pertama.
Red Bull Bragantino berhasil menyamakan agregat menjadi 1-1 lewat gol Eric Ramires menjelang akhir babak pertama. Penjaga gawang Atlético Mineiro Everson sempat melakukan tiga kali penyelamatan berturut-turut sebelum bola rebound dimanfaatkan oleh Ramires.
Aksi Everson di bawah mistar gawang menuai respons beragam dari para pendukung Alvinegro di media sosial X. Akun Roberto Gallo menilai kiper tersebut sudah berjuang keras menyelamatkan timnya dari gempuran lawan.
"Saya menghitung ada TUJUH penyelamatan Everson sebelum gol Eric Ramires di akhir babak pertama. Saya tidak ingat satu pun penyelamatan dari Cleiton. Babak pertama yang mengerikan dari Galo," kata Roberto Gallo, pendukung Atlético Mineiro.
Kinerja lini pertahanan yang membiarkan bola liar di area penalti turut disesali oleh pendukung tuan rumah. Pengguna X bernama Charlinho Ameno menyampaikan simpati atas perjuangan Everson yang terus mendapat tekanan.
"Kasihan Everson!" kata Charlinho Ameno, pendukung Atlético Mineiro.
Kritik tajam juga diarahkan kepada barisan belakang yang dinilai kurang sigap mengantisipasi bahaya di area penalti. Akun Livinha mengkritik rekan-rekan setim yang dinilai tidak mampu mengimbangi performa apik sang kiper.
"Everson yang kasihan tidak bisa terus-terusan menggendong begitu banyak pemain bodoh," kata Livinha, pengguna X.
Kepanikan di dalam kotak penalti menjadi sorotan utama saat proses terjadinya gol balasan Bragantino. Pengguna X Caio Nunes menyoroti kelalaian para pemain bertahan yang hanya terpaku melihat bola.
"Everson menepis ke samping, tidak ada yang mendekat, Everson menepis ke depan, tidak ada yang mendekat, pemain lawan mengoper ke tengah area, tidak ada yang mendekat. Tim cuma melihat sampai kebobolan," kata Caio Nunes, pengguna X.
Tekanan bertubi-tubi dari Bragantino membuat kedudukan bisa saja berbeda jika bukan karena aksi penyelamatan sang kiper. Akun André Gustavo menyebut Bragantino memang tampil menekan sejak awal laga.
"Bragantino memang pantas mencetak gol itu dan jika bukan karena Everson skornya bisa saja sudah 4-0," kata André Gustavo, pendukung Atlético Mineiro.
Kritik senada disampaikan oleh pengguna X Renata yang menilai para pemain bertahan terlambat merespons ancaman lawan di kotak penalti. Kebobolan tersebut memicu frustrasi para pendukung di stadion maupun media sosial.
"Everson sudah melakukan segalanya tapi orang-orang malah tertidur sialan," kata Renata, pendukung Atlético Mineiro.
Kedua tim menatap laga ini dengan modal seimbang di kompetisi domestik setelah sama-sama mengoleksi 32 poin di Liga Brasil. Rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Arena MRV mulai diberlakukan pihak berwenang sejak pukul 15.00 waktu setempat guna mengantisipasi kepadatan penonton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow