AchmadNurHidayat.ID — Investor asing melakukan tekanan jual di pasar saham Indonesia pada sesi I Selasa (7/7/2026), mencatatkan net sell sebesar Rp365 miliar. Aksi tersebut terlihat fokus pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang menjadi saham paling banyak dijual asing.
Data Bursa Efek Indonesia yang dikompilasi oleh Stockbit Sekuritas mencatat asing membukukan net sell pada saham BMRI senilai Rp100,8 miliar berdasarkan harga rata-rata sesi I, dengan volume perdagangan mencapai 25,1 juta saham.
Perdagangan reguler turut menekan harga BMRI; saham ini tercatat melemah 0,5% ke level Rp4.030 hingga penutupan sesi I. Dalam sebulan terakhir BMRI tercatat naik 4,4%, namun secara year to date turun 21,3%.
Menurut data IDX, total volume transaksi saham BMRI mencapai 72,3 juta saham dengan frekuensi 14.800 kali dan nilai transaksi seluruhnya Rp291,4 miliar pada sesi tersebut.
Aksi jual asing pada BMRI ini melanjutkan tekanan dari perdagangan sebelumnya. Pada Senin (6/7/2026) asing juga mencatat net sell terhadap saham BMRI sebesar Rp85,9 miliar.
Dari sisi analis teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan target terdekat harga BMRI berada pada rentang Rp4.110–Rp4.190. Rumah analis tersebut juga mengidentifikasi area support untuk saham BMRI di level Rp3.950.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
