AchmadNurHidayat.ID — Pemerintah merealisasikan pengeluaran untuk subsidi dan kompensasi sebesar Rp233 triliun sepanjang semester I-2026, atau 52,1% dari pagu APBN 2026. Realisasi tersebut naik 44,4% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp161,4 triliun.
Angka ini dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Selasa (7/7/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Rincian Realisasi
Dari total Rp233 triliun, realisasi subsidi tercatat sebesar Rp116 triliun, sedangkan kompensasi mencapai Rp116,9 triliun. Purbaya menyebut beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan anggaran tersebut.
Pendorong Kenaikan Pengeluaran
Purbaya menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, serta kenaikan volume penyaluran sejumlah komoditas mendorong realisasi lebih tinggi.
“Subsidi dan kompensasi sampai dengan semester I tahun 2026 telah terealisasi sebesar Rp233 triliun atau 52,1% dari APBN, untuk menjaga daya beli masyarakat,”
Selain itu, Purbaya menyebut realisasi subsidi nonenergi meningkat terutama karena pembayaran subsidi pupuk yang bertambah.
Performa Penyaluran
Hampir seluruh komoditas dan program subsidi melaporkan kenaikan penyaluran dibandingkan semester I-2025. Data pemerintah menunjukkan volume penyaluran BBM bersubsidi naik 7,8%, LPG 3 kilogram meningkat 2,0%, serta jumlah pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1%.
Penyaluran pupuk bersubsidi melonjak 21,4%, sementara jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat naik 3,6%.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
