Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Jabatan Dirut Humpuss Maritim

Smallest Font
Largest Font

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) pada 14 Agustus 2026. Keputusan ini membuat mantan bos Garuda Indonesia tersebut hanya bertahan sekitar tujuh bulan memimpin emiten transportasi energi milik Tommy Soeharto sejak diangkat pada 14 Januari 2026. Sekretaris Perusahaan HUMI, Arya Mahardhika Pradana, mengonfirmasi penerimaan surat pengunduran diri tersebut melalui laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Pengunduran diri ini akan berlaku efektif secara resmi setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Manajemen HUMI memastikan bahwa kepengurusan perseroan tetap berjalan di bawah jajaran direksi yang ada sesuai ketentuan Anggaran Dasar hingga pelaksanaan RUPSLB digelar. Langkah ini diambil untuk menjamin tidak adanya gangguan pada kegiatan operasional bisnis perusahaan.

Pengunduran diri kepemimpinan ini ditegaskan tidak membawa dampak negatif terhadap aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan operasional harian HUMI dipastikan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Langkah pengunduran diri dari jajaran direksi utama HUMI ini melengkapi keputusan serupa yang dilakukan Ari Askhara pada anak usaha perseroan, PT GTS Internasional Tbk (GTSI), pada Februari 2026. Pengunduran diri di GTSI sebelumnya terjadi setelah BEI meminta penjelasan terkait rekam jejak vonis pidana kepabeanan yang pernah melibatkan dirinya. Pihak manajemen GTSI saat itu menyampaikan bahwa Ari Askhara telah menyelesaikan seluruh sanksi hukumnya dan proses pemilihannya telah memenuhi syarat uji kelayakan. Namun, pengumuman pengunduran dirinya dari HUMI tetap merespons pergerakan pasar hingga harga saham HUMI sempat melemah 1,30 persen ke level Rp152 per lembar pada perdagangan Kamis pagi, 20 Agustus 2026.

Sebelum memimpin emiten maritim ini, Ari Askhara memiliki perjalanan karier panjang di sektor perbankan dan BUMN, termasuk menjabat Dirut PT Pelindo III pada 2017 dan Dirut PT Garuda Indonesia Tbk pada 2018. Jabatan di Garuda Indonesia berakhir pada Desember 2019 akibat kasus penyelundupan barang mewah Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900. Setelah lepas dari BUMN, lulusan Magister Manajemen UI dan Sarjana Ekonomi UGM kelahiran 13 Oktober 1971 ini sempat berkarier sebagai Partner PT TRG Investama dan CEO PT Sarana Bali Dwipa Jaya. Saat menjabat di HUMI sejak awal 2026, ia sempat menargetkan diversifikasi usaha, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan (GCG) dan ESG di sektor pelayaran energi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed