Argentina Tantang Spanyol pada Final Piala Dunia 2026
Tim nasional Argentina dijadwalkan menghadapi Spanyol dalam partai final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Pertandingan puncak ini menjadi ajang bagi skuad La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022.
Perjalanan Argentina menuju laga pamungkas dipastikan tidak mudah setelah melalui serangkaian laga ketat di fase gugur melawan Cape Verde, Mesir, Swiss, dan Inggris. Di sisi lain, Spanyol melangkah ke final dengan rekor tidak terkalahkan dan baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Kiper utama Argentina, Emiliano Martinez, menegaskan kesiapan mental timnya meski datang dengan tekanan besar sebagai status juara bertahan. Pemain asal klub Aston Villa tersebut tetap tampil membela negaranya walau mengalami cedera patah jari manis pada tangan kanan yang didapatnya sejak Mei 2026.
"I feel very calm. A goalkeeper is more than just saves. It's about the message before the game, the way you come off your line, the peace of mind you can give," kata Martinez, dilansir dari AS Diario.
Kiper berusia 33 tahun itu memilih menjalani perawatan konservatif tanpa operasi demi membela negaranya di Amerika Utara. Meskipun sempat membatasi porsi latihan di babak penyisihan grup, ia berhasil kembali berlatih penuh sejak babak 16 besar.
"Sometimes I cry alone thinking about what we have achieved. The important thing is to enjoy the present moment, because it will be remembered for life," ujarnya.
Selain Emiliano Martinez yang baru saja menjuarai UEFA Europa League 2025–26 bersama Aston Villa, Argentina juga memboyong dua kiper lain yang pernah memenangkan kompetisi Eropa tersebut. Geronimo Rulli tercatat menjuarai Europa League 2020–21 bersama Villarreal, sementara Juan Musso memenangkannya bersama Atalanta pada musim 2023–24.
Kiper Argentina tersebut juga menepis tuduhan bahwa timnya mendapat jalur pertandingan yang lebih mudah untuk sampai ke partai puncak.
"Ada yang bilang kami mendapat jalan mudah menuju final? Kami tidak memilih lawan-lawan kami kok," kata Martinez dalam konferensi pers-nya.
Ketegangan di perempat final sempat berpotensi mempertemukan Argentina dengan Portugal, namun perubahan posisi di fase grup mengubah peta persaingan.
"Misalnya, kami bisa saja melawan Portugal di perempatfinal, tapi Kolombia mendominasi pertandingan melawan Portugal (di akhir fase grup). Lalu Swiss bisa mengalahkan Kolombia, dan akhirnya kami yang harus berhadapan dengan Swiss. Pertandingan melawan mereka sangat sulit," katanya.
Motivasi tinggi terus diusung oleh Martinez untuk membawa Argentina menjadi negara ketiga dalam sejarah yang sanggup mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun setelah Italia dan Brasil.
"Saya tahu apa artinya ini bagi negara saya. Ketika kami memenanginya, itu adalah sebuah pengalaman yang tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat sebelumnya," ujar Martinez, dikutip dari Sportskeeda.
Tekanan tinggi diakui menjadi bagian dari peran penjaga gawang pada laga krusial ini.
"Saya merasa sangat tenang. Seorang kiper lebih dari sekadar penyelamatan. Yang penting adalah menikmati momen saat ini, karena itu akan dikenang seumur hidup," kata penjaga gawang Aston Villa tersebut.
Gelar juara bertahan dan rekor pertemuan yang seimbang, yaitu masing-masing enam kemenangan dari delapan laga sebelumnya, menjadi latar belakang persaingan sengit antara Argentina dan Spanyol di New Jersey.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow