Apple Bersiap Rilis iPhone Lipat dan Seri 18 pada September 2026
Apple Inc. bersiap menggelar acara peluncuran produk terbesarnya pada awal September 2026 mendatang di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer baru, John Ternus. Perusahaan teknologi ini diprediksi meluncurkan ponsel lipat pertamanya, iPhone 18 Pro, iPhone 18e, serta Apple Watch terbaru.
Persiapan peluncuran ini diwarnai dengan pembukaan undian program bagi staf ritel Apple di Amerika Serikat untuk membantu langsung jalannya acara. Dalam memo internal perusahaan, karyawan yang tertarik membantu pengaturan antrean hingga keamanan diminta mendaftar paling lambat 8 Agustus 2026.
Acara peluncuran perdana di bawah kepemimpinan John Ternus ini akan menjadi panggung bagi iPhone lipat yang berpotensi dinamai iPhone Ultra. Perangkat model buku ini mengusung bodi titanium dengan layar dalam 7,8 inci, layar luar 5,5 inci, baterai 5.500 mAh, dua kamera belakang 48 megapiksel, serta sensor Touch ID pada tombol daya.
Sektor pasokan diprediksi mengalami tantangan besar pada kuartal awal setelah perilisan resmi. Analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, memperkirakan pengapalan awal akan sangat terbatas di tengah lonjakan permintaan pasar.
"Hanya 500.000 hingga 1 juta unit yang tersedia pada kuartal ketiga dari total pengapalan 7 hingga 8 juta unit hingga akhir 2026," kata Analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo.
Analis GF Securities, Jeff Pu, bersama Ming-Chi Kuo juga memproyeksikan peningkatan spesifikasi signifikan pada lini lain seperti iPhone 18e. Perangkat tersebut diprediksi membawa RAM 9 GB dan prosesor yang lebih cepat untuk mengatasi masalah kinerja pada generasi sebelumnya.
Selain keterbatasan pasokan, konsumen juga dihadapkan pada ancaman kenaikan harga untuk berbagai lini produk Apple terbaru. Kenaikan biaya produksi chip memori dan penggunaan prosesor 2nm baru menjadi pemicu utama penyesuaian tarif tersebut.
Mantan CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah memberikan sinyal terkait dinamika harga perangkat perusahaan di tengah tekanan biaya komponen.
"Apple sangat enggan menaikkan harga, tetapi perusahaan harus menanggapi kenaikan harga komputer yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata mantan Chief Executive Officer Apple, Tim Cook.
iPhone Ultra diperkirakan dibanderol mencapai 2.000 hingga 2.500 dolar AS, menjadikannya iPhone termahal dalam sejarah. Sementara itu, lonjakan harga komponen memori juga berpotensi memengaruhi banderol lini iPhone 18 Pro, Apple Watch, hingga AirPods.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow