Aman Agrindo Kembangkan Tiga Proyek Strategis Industri Gula

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

PT Aman Agrindo Tbk (BEI: GULA) memperkuat posisi di industri gula nasional melalui ekspansi bisnis hulu dan hilir. Langkah ini diwujudkan lewat tiga proyek strategis yang bakal beroperasi secara bertahap mulai tahun ini, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk Andreas Utomo mengungkapkan bahwa kelompok usaha mereka telah mengantongi pengalaman di industri gula selama 25 tahun sebelum melantai di bursa. Perseroan yang berdiri sejak 2013 ini mulai merambah perkebunan tebu Pandeglang pada 2017 dan bisnis perdagangan gula pada 2020.

"Perseroan mulai dibangun pada 2013 dan sejak awal kami melihat industri gula memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik. Pengembangan perkebunan tebu di Pandeglang kami mulai pada 2017, kemudian memperluas kegiatan usaha ke perdagangan gula pada 2020. Kini kami memasuki fase berikutnya melalui pengembangan kapasitas produksi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap industri gula nasional," kata Andreas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pembangunan pabrik gula baru di Pandeglang, Banten, menjadi proyek pertama perseroan dengan target rampung pada kuartal IV tahun ini. Fasilitas tersebut berkapasitas giling 500 ton tebu per hari dengan sokongan lahan inti dan plasma awal seluas 1.250 hektare serta potensi perluasan hingga 15.000 hektare.

Proyek kedua bertempat di Sragen, Jawa Tengah, di mana perseroan menyiapkan akuisisi pabrik gula merah senilai sekitar Rp350 miliar. Pabrik berkapasitas giling 1.000 ton tebu per hari ini mengandalkan pasokan bahan baku sepenuhnya dari petani tebu plasma.

Sementara di Riau, perseroan membangun fasilitas pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih berkapasitas 600 ton per hari. Proyek ketiga ini ditopang potensi pengembangan perkebunan tebu seluas 5.140 hektare.

"Ketiga proyek ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat kapasitas produksi secara bertahap sekaligus membangun ekosistem gula yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," ujar Andreas.

Realisasi Alokasi Dana Hasil IPO

Ekspansi usaha perseroan mendapat dukungan dari optimalisasi dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Agustus 2022. Mayoritas dana terserap untuk pembangunan pabrik, fasilitas pendukung, serta uang muka instalasi mesin.

Realisasi penggunaan dana telah mencapai sekitar Rp49,13 miliar atau setara 98 persen dari total dana bersih IPO sebesar Rp50,34 miliar per 30 Juni 2026. Sisa dana sekitar Rp1,22 miliar masih tersimpan di instrumen perbankan untuk penggunaan sesuai rencana awal.

"Kami berkomitmen menjalankan seluruh rencana penggunaan dana secara transparan dan tepat sasaran agar dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan maupun pemegang saham," tutup Andreas.

PT Aman Agrindo Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2022. Perseroan memiliki perkebunan tebu lahan inti seluas 83 hektare dan kemitraan petani yang ditargetkan mencapai 1.000 hektare demi mendukung program swasembada gula nasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed