Alexander Zverev Rebut Set Pertama dari Arthur Fery di Wimbledon
Petenis Jerman Alexander Zverev memenangi set pertama melalui babak tie-break yang sengit melawan petenis harapan tuan rumah Arthur Fery dalam babak semifinal tunggal putra turnamen Grand Slam Wimbledon pada Jumat, 10 Juli 2026. Dilansir dari laporan langsung Vavel, Zverev yang menjadi unggulan utama dalam pertandingan ini membutuhkan waktu selama 50 menit untuk mengamankan set pembuka dengan skor 7-6 setelah memamerkan permainan tenis terbaiknya di momen krusial. Pertandingan di Lapangan Utama berlangsung sangat berimbang dengan minimnya kesempatan break point bagi kedua pemain sebelum akhirnya Zverev mematahkan perlawanan Fery yang berstatus sebagai pemain wild card.
Fery yang menempati peringkat 114 dunia menembus semifinal setelah mencetak sejarah sebagai pemain wild card pertama sejak Goran Ivanisevic pada tahun 2001 yang mampu mencapai babak empat besar di All England Club.
Langkah Fery ke semifinal diwarnai aksi comeback gemilang setelah sempat kehilangan set pertama di tiga laga awal, serta membalikkan keadaan saat tertinggal dua set dari Grigor Dimitrov di babak keempat. Keberhasilan Fery menembus babak semifinal turnamen Grand Slam ini mendapat sorotan khusus dari media Prancis mengingat latar belakang keluarganya yang dikenal luas di negara tersebut.
"Arthur Fery is not making huge waves in France - but he is making a little ripple," ujar Louis Boulay, penulis tenis asal Prancis kepada BBC Sport. Boulay menambahkan bahwa ayah Fery sangat terkenal di dunia olahraga Prancis sehingga nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi publik di sana.
"His father is famous in the French sporting world so the name Fery is well-known," kata Louis Boulay. Harian olahraga L'Equipe bahkan memberikan porsi pemberitaan yang besar dengan menampilkan Fery di halaman depan setelah kemenangan di babak perempat final. "At L'Equipe we have written some big pieces this week - particularly for a foreign player. He made the front page after the quarter-final and we did a double-page spread inside," tutur Louis Boulay.
Meskipun Fery sempat membela Prancis saat berusia sekitar 10 tahun, Federasi Tenis Prancis (FFT) dilaporkan tidak menyesali keputusan sang pemain yang kini memilih bertanding di bawah bendera Britania Raya.
"The French fans are definitely interested in him," ucap Louis Boulay. Menurut Boulay, situasi ini tidak rumit bagi pihak Prancis karena seluruh proses pembinaan tenis Fery dilakukan di London tanpa bantuan dari FFT. "It is not complicated for us in that sense because he did everything in London, he never had any help from the FFT," tambah Louis Boulay.
Media Prancis saat ini mencoba menganalisis permainan Fery dari sudut pandang yang berbeda, termasuk lonjakan prestasinya dari Challenger Tour.
"We talk a lot about the fact he was born in France but we try to analyse about him through different angles - the way he plays and his rise from the Challenger Tour," jelas Louis Boulay. Namun, pencapaian Fery di semifinal Grand Slam ini juga menghadirkan kekecewaan tersendiri bagi publik tenis Prancis yang awalnya mengharapkan petenis lain untuk bersinar.
"But what is painful for us is that a French-born Arthur F is playing a Grand Slam semi-final - we thought that would be Arthur Fils, who does represent us," pungkas Louis Boulay. Sementara itu, pada pertandingan lainnya di nomor tunggal putri, Linda Noskova yang berusia 21 tahun berhasil mengalahkan Marta Kostyuk dengan skor 6-4, 6-4 untuk menciptakan partai final sesama petenis Republik Ceko.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow