Aarhus GF Tiba di Poznan untuk Revan Kedua Lawan Lech

Smallest Font
Largest Font

Pendukung Aarhus GF, juara Denmark, tiba di Poznań untuk leg kedua putaran eliminasi Liga Champions melawan Lech Poznań. Menurut Mateusz Borek dari TVP Sport, rombongan suporter mencapai sekitar 2.000 orang, datang dengan harapan membalik ketertinggalan tiga gol setelah laga pertama.

Di stadion Jalan Bułgarska, mereka cepat menempati tribun tandang dan menampilkan koreografi besar yang menampilkan salah satu ultras klub. Koreografi itu juga menampilkan figur yang melambaikan bendera putih-biru dan kepalan tangan yang siap berjuang. Di sekitar kota, fans mengadakan perayaan di pusat kota serta restoran dan pub terdekat.

Menurut Sport Interia, suasana di Wielkopolska berbeda dari situasi di Upper Silesia. Lech datang dengan ambisi bertahan di Eropa, sementara Górnik Zabrze diposisikan menunggu hasil laga mereka setelah menghadapi Fenerbahce pada babak sebelumnya.

Menurut Sport Interia, pada laga tandang, Nielsa Frederiksena memenangkan pertandingan 4:1 atas Aarhus. Hasil itu membuat Lech berada pada posisi nyaman sebelum pertemuan kedua di Poznań.

Menurut Daniel Najsen Fallah dari Bold.dk, kartu merah pada laga pertama “merusak semuanya”. Ia menyatakan bahwa meski peluang untuk mengunci tiket putaran berikutnya tidak realistis, tim dan suporter tetap menargetkan untuk bertahan di kompetisi Eropa.

"Pierwszy mecz zdecydowanie nie potoczył się tak jakby tego oczekiwali fani Aarhus. Czerwona kartka wszystko zrujnowała. Niezmiennie, to dla nas wielki mecz i unikatowa okazja dla Aarhus, żeby dokonać piłkarskiego cudu i odwrócić przebieg rywalizacji.

Sądzę jednak, że piłkarze będą musieli na drodze do tego celu dać z siebie absolutnie wszystko. Liga Mistrzów byłaby marzeniem, ale nie jest zbyt realistyczna. Celujemy przede wszystkim w pozostanie w europejskich pucharach, zrobimy pewnie wszystko aby pozostać chociaż w Lidze Europy, bo to wciąż daje nam mnóstwo pieniędzy i prestiżu.

To jest coś na co nas piłkarsko stać. Mając dobry dzień pewnie bylibyśmy w stanie pokonać Lecha, bowiem w Danii widzieliśmy przecież bardzo wyrównany mecz. Byliście nieco lepsi, a wynik 4:1 to zdecydowanie za duła przepaść" ujar Daniel Najsen Fallah, Bold.dk.

Masih menurut Daniel Najsen Fallah, Liga Konferensi atau tersingkir total dari kompetisi Eropa akan dipandang sebagai kekecewaan bagi banyak pendukung. Ia juga menilai Aarhus bukan tim yang secara alami bersaing merebut gelar, namun menargetkan posisi 2-4 pada musim-musim berikutnya.

Menurut Głos Wielkopolski, UEFA menyiapkan skema hadiah untuk musim 2026/2027 yang memengaruhi nilai finansial bagi tim Polandia. Untuk Liga Konferensi, ada 3,17 juta euro untuk lolos fase grup, lalu 400 ribu euro per kemenangan dan 133 ribu euro per hasil imbang pada fase grup.

Menurut Głos Wielkopolski, untuk Liga Europa pada musim 2026/2027, ada 4,31 juta euro untuk lolos fase grup, 450 ribu euro per kemenangan dan 150 ribu euro per imbang pada fase grup. Angka-angka ini menjadi acuan saat Lech menimbang peluang lanjut ke level Eropa berikutnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed