S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia, Pasar Obligasi Positif

Smallest Font
Largest Font

Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek.

Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa keputusan ini memberikan dampak positif bagi kinerja pasar obligasi. "Positif untuk pasar obligasi, karena mempertahankan status investment grade mengurangi risiko perubahan persepsi investasi investor global," ujar Andry.

Menurutnya, meski dampaknya terhadap rupiah dan pasar saham diperkirakan terbatas, perhatian investor masih tertuju pada arus modal dan tekanan sektor eksternal. "Namun dalam jangka pendek, arah rupiah, CDS Indonesia, foreign portfolio flow, dan current account akan menjadi indikator yang dapat menentukan pergerakan rating ke depan," jelasnya.

S&P menyebutkan bahwa prospek peringkat jangka panjang yang stabil mencerminkan keyakinan bahwa pelemahan indikator fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara. Lembaga ini memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencapai 2,9% terhadap produk domestik bruto pada 2026 dan 2027.

Tekanan terhadap kondisi fiskal Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor eksternal seperti tingginya harga energi dan suku bunga global yang masih tinggi. "Meski demikian, tekanan tersebut dapat diredam melalui kenaikan harga komoditas dan langkah efisiensi belanja pemerintah," tutup Andry.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed